Data Pasar Tenaga Kerja AS Bawa Angin Segar ke Bursa Saham Asia
:
0
EmitenNews.com - Indeks saham di Asia pagi ini Jumat (3/6) dibuka menguat mengikuti pergerakan indeks saham utama di Wall Street.
Semalam indeks saham di Wall Street dibuka menguat mengakhiri penurunan selama dua hari beruntun di dorong oleh lonjakan harga saham-saham di sektor Teknologi.
Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS (US Treasury Note) bertenor 10 tahun turun tipis 1.6 bps menjadi 2.91% di tengah antisipasi investor atasrilis data Non-Farm Payrolls (NFP) untuk bulan Mei malam nanti.
Data terkini pasar tenaga kerja AS memberi gambaran yang kurang jelas (mixed) dengan jumlah orang yang untuk pertama kali mencairkan tunjangan pengangguran (Initial Jobless Claims) minggu lalu secara tak terduga turun 11,000 menjadi 200,000 dari 211,000 pada minggu sebelumnya. Ini sinyal bahwa pasar tenaga kerja masih menjadi titik terang dalam ekonomi AS di tengah semakin besarnya kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi.
Namun data ADP National Employment Report memperlihatkan bahwa sektor swasta hanya menambah 128,000 pekerja di bulan Mei. Turun tajam dari 202,000 pada bulan April dan jauh di bawah estimasi sebesar 300,000.
"Investor melihat hal ini sebagai indikasi bahwa pasar tenaga kerja mulai melambat di tengah suku bunga yang merangkak naik serta kondisi finansial yang semakin ketat. Sehingga memberi harapan bahwa ekonomi mulai mendingin dan bank sentral AS (Federal Reserve) mungkin bisa dibujuk untuk merubah sikap agresifnya berkaitan dengan suku bunga dan inflasi," ulas analis Phillip Sekuritas, Dustin Dana Pramitha.
Di pasar komoditas, harga minyak mentah bergerak naik setelah data memperlihatkan persediaan minyak mentah AS turun lebih besar dari ekspektasi di tengah tingginya permintaan BBM.
Kenaikan harga minyak juga di dorong oleh OPEC+ yang sepakat untuk menaikkan produksi di bulan Juli dan Agustus dalam jumlah yang lebih besar dari estimasi untuk menutup penurunan produksi di Rusia.
OPEC+ akan menaikkan produksi sebesar 648,000 barel per hari selama bulan Juli dan Agustus, mempercepat akhir dari kebijakan pemangkasan produksi yang di implementasikan pada puncak pandemik COVID-19.
Untuk hari ini, Dustin memperkirakan fokus perhatian investor akan tertuju pada rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) AS nanti malam. Ekonomi AS di prediksi menambah 325,000 pekerja bulan lalu atau turun dari penambahan sebanyak 428,000 pekerja selama bulan April.
Related News
IHSG Siap Rebound? Analis Wanti-Wanti Sell in May Go Away
Bikin Tekor hingga Gempor, Ini 6 Ciri Investasi Bodong yang Lagi Marak
Asyik! Emiten Ini Bakal Cum Date Dividen Awal Mei, Cek Jadwalnya
DSSA, CMNP, dan MEGA Ramaikan Saham Top Losers Pekan Ini
Telisik! Barisan Saham Top Gainers dalam Sepekan
IHSG Susut 2,42 Persen, Kapitalisasi Pasar Sisa Rp12.382 Triliun





