Dari situ JPU menduga Nadiem telah menerima uang sebesar Rp809,59 miliar yang berasal dari PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (PT AKAB) melalui PT Gojek Indonesia.

Atas perbuatan tersebut mantan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim terancam pidana yang diatur dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sejak awal penyidikan, Nadiem membantah semua tudingan jaksa. Ia menyatakan tidak menerima sepeser pun dari kasus yang dituduhkan jaksa tersebut. ***