Dikelilingi Sejumlah Sentimen, Indeks Saham Asia Dibuka Beragam

EmitenNews.com - Indeks saham di Asia pagi ini Kamis (14/4) dibuka variatif (mixed) meskipun indeks saham utama di Wall Street semalam di tutup naik tajam.
Semalam indeks S&P 500 lompat lebih dari 1% untuk mengakhiri penurunan selama 3 hari beruntun.
Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS (US Treasury Note) turun 3 bps menjadi 2.70% karena investor mencerna satu lagi data inflasi AS dan juga sejumlah laporan keuangan 1Q22 korporasi, terutama dari JP Morgan Chase dan Delta Air Line.
"Pertumbuhan laba emiten dalam indeks S&P 500 diprediksi hanya akan tumbuh 4.5% Y/Y di 1Q22. Jika benar terjadi, maka ini adalah laju pertumbuhan laba terkecil sejak 4Q20," kata analis Phillip Sekuritas, Dustin Dana Pramitha.
Indeks Harga Produsen atau Producer Price Index (PPi) AS untuk bulan Maret naik 1.4% M/M (+11.2% Y/Y) setelah bertambah 0.9% M/M (+10.3% Y/Y) di bulan Februari. Harga–harga untuk barang jadi memimpin dengan pertumbuhan 2.3% M/M sementara harga–harga untuk jasa naik 0.9% M/M.
Tanpa memasukkan harga-harga bahan makanan, bahan energi dan perdagangan Jasa, core PPI tumbuh 0.9% M/M (+7.0% Y/Y), hampir dua kali lipat estimasi kenaikan 0.5% dan merupakan laju pertumbuhan terbesar sejak Januari 2021.
"Data PPI ini memberi indikasi bahwa inflasi masih akan tinggi seiring masih berkobarnya perang di Ukrania yang mendorong kenaikan harga minyak dan juga harga komoditas lainnya," tambah Dustin.
Di pasar komoditas, harga minyak mentah naik lebih dari 3% karena tidak adanya kemajuan dalam pembicaraan damai antara Rusia dan Ukrania. Sehingga memperbesar kekhawatiran atas kelangkaan pasokan meskipun setelah data memperlihatkan penambahan persediaan minyak AS sebanyak lebih dari 9 juta barel minggu lalu.
Untuk hari ini, Phillip Sekuritas memperkirakan investor menunggu rilis data pasar tenaga kerja Australia untuk bulan Maret. Investor juga mengantisipasi keputusan suku bunga acuan oleh bank sentral Korea Selatan (BOK) dan bank sentral Eropa (ECB).
Untuk perdagangan hari ini IHSG diprediksi kembali menguat dengan support-resistance di kisaran 7.225-7.280. Berikut saham unggulan Phillip hari ini.
ARNA
Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trade Buy : 950-955
Target Price 1 : 1015
Target Price 2 : 1045
Stop Loss : 885
BUKA
Short Term Trend : Bearish
Medium Term Trend : Bearish
Trade Buy : 344-346
Target Price 1 : 386
Target Price 2 : 404
Stop Loss : 306
BINA
Short Term Trend : Bearish
Medium Term Trend : Bearish
Trade Buy : 3380
Target Price 1 : 3480
Target Price 2 : 3530
Stop Loss : 3290
VINS
Short Term Trend : Sideways
Medium Term Trend : Bullish
Trade Buy : 166
Target Price 1 : 175
Target Price 2 : 183
Stop Loss : 157.(fj)
Related News

Skema Pembiayaan Rumah untuk Pedagang Kecil Masih Memberatkan

OP Pangan Murah Salurkan 2.853 Ton Komoditas Selama Ramadan

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal