DILD Pangkas Utang Rp1T, Fokus Perkuat Neraca Ketimbang Bagi Dividen
:
0
Gedung perkantoran South Quarter Lebak Bulus milik PT Intiland Development Tbk (DILD)
EmitenNews.com - PT Intiland Development Tbk (DILD) masih menempatkan pengurangan utang atau deleveraging sebagai prioritas utama sepanjang 2026. Strategi tersebut dinilai penting untuk memperkuat struktur permodalan, menjaga efisiensi keuangan, serta meningkatkan daya tahan bisnis di tengah tantangan industri properti.
Sepanjang 2025, emiten properti tersebut berhasil memangkas total utang sebesar 25% menjadi Rp3,08 triliun dari sebelumnya Rp4,11 triliun pada 2024.
Penurunan utang dilakukan melalui berbagai langkah, mulai dari restrukturisasi pinjaman, percepatan pelunasan kewajiban, penjualan aset non-inti, hingga pelunasan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Intiland Development Tahap II dan Tahap III Seri B Tahun 2022.
“Penurunan jumlah utang menjadi salah satu pencapaian penting. Langkah ini membantu kami mengendalikan beban keuangan, memperkuat struktur permodalan, dan memberikan ruang yang lebih baik bagi Perseroan untuk menjaga stabilitas usaha sekaligus menangkap peluang pertumbuhan ke depan,” kata Direktur Utama DILD, Archied Noto Pradono, dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).
Memasuki 2026, Perseroan memilih tetap konservatif dalam menjalankan bisnis. Fokus diarahkan pada proyek-proyek yang telah berjalan, sementara pengembangan baru akan dilakukan secara lebih selektif dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan daya serap konsumen.
“Tahun ini, kami masih cenderung konservatif dengan mengandalkan proyek-proyek yang ada. Pengembangan proyek baru tetap kami siapkan tetapi dilakukan sangat hati-hati, dengan mencermati peluang dan momentum yang tepat serta daya serap pasar," ujar Archied.
Pada kuartal I 2026, DILD membukukan pendapatan usaha Rp619,8 miliar, turun 3,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kontribusi terbesar berasal dari segmen pendapatan berulang (recurring income) sebesar Rp232,6 miliar atau 37,5% dari total pendapatan. Disusul kawasan industri Rp227,4 miliar atau 36,7%, perumahan Rp121,9 miliar atau 19,7%, serta high-rise residential Rp37,9 miliar atau 6,1%.
Di tengah kondisi pasar yang masih selektif, Perseroan menargetkan marketing sales sebesar Rp1,95 triliun pada 2026, lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp1,61 triliun.
Untuk mencapai target tersebut, DILD menyiapkan sejumlah strategi, termasuk pengembangan kawasan industri baru di Jawa Timur serta peluncuran Tower E Apartemen SQ Res pada semester II 2026.
Related News
Habco Trans (HATM) Tabur Dividen Segini, Cek Tanggal Cair
SCCO Sepakati Tebar Dividen Rp82,23 Miliar, Imbal Hasil 4,55 Persen
DSSA Puasa Dividen, Mantan Petinggi Grup Lippo Kini Ditarik Sinar Mas!
Raup Laba USD230 Juta, DSSA Putuskan Absen Bagi Dividen
Laba Q1-2026 Melesat, CBUT Genjot Hilirisasi Sawit
SDPC Pertahankan Sertifikasi Internasional ISO, Perkuat Standar Bisnis





