EmitenNews.com - PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) menetapkan harga pelaksanaan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) V sebesar Rp50 per saham, setara nilai nominal saham Perseroan. Dalam aksi korporasi yang berpotensi menghimpun dana hingga Rp175 miliar tersebut, pemegang saham utama PT Asuransi Central Asia (ACA) milik pengusaha Anthoni Salim juga menyatakan siap menyerap seluruh porsi haknya.

Berdasarkan surat pernyataan tertanggal 20 Mei 2026, PT Asuransi Central Asia akan melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya sebanyak 2,19 miliar saham atau setara 62,58% dari total saham baru yang diterbitkan. Sebagian penyetoran dilakukan melalui konversi pinjaman subordinasi senilai Rp30 miliar, sedangkan sisanya sekitar Rp79,51 miliar akan disetor secara tunai saat pelaksanaan rights issue.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dikutip Minggu (2/8/2026), Perseroan mengumumkan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 3,5 miliar saham baru. Setiap pemegang 7 saham lama yang tercatat pada Daftar Pemegang Saham per 24 September 2026 pukul 16.00 WIB berhak memperoleh 5 HMETD, di mana setiap satu HMETD dapat digunakan untuk membeli satu saham baru dengan harga Rp50 per saham.

Manajemen AHAP memastikan bahwa Perseroan tidak menunjuk pembeli siaga dalam aksi korporasi tersebut. Apabila masih terdapat saham yang tidak diambil pemegang HMETD, saham tersebut akan dialokasikan secara proporsional kepada pemegang saham yang melakukan pemesanan tambahan. Jika masih tersisa, saham tersebut tidak akan diterbitkan.

Pelaksanaan rights issue ini ditujukan untuk memenuhi ketentuan POJK Nomor 23 Tahun 2023 mengenai peningkatan ekuitas minimum perusahaan asuransi. Pada tahap pertama, perusahaan asuransi diwajibkan memiliki ekuitas paling sedikit Rp250 miliar paling lambat 31 Desember 2026.

Terkait penggunaan dana, seluruh hasil PMHMETD V, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan sebagai modal kerja. Dana tersebut akan ditempatkan pada instrumen investasi yang sesuai dengan ketentuan regulator.

Adapun bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya akan mengalami dilusi kepemilikan hingga maksimum 41,67%.

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, Perseroan menargetkan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan pada 14 September 2026.

Perdagangan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 28 September hingga 2 Oktober 2026, bersamaan dengan periode pelaksanaan rights issue.