Dividen Rp20M, Emiten ini Kebut Ekspansi dengan Capex Rp350M
:
0
Mainhall Bursa Efek Indonesia dengan menampilkan kondisi IHSG sedang dalam tekanan. Photo/Rizki EmitenNews
EmitenNews.com -Emiten produsen ethanol, PT Madusari Murni Indah Tbk. (MOLI) atau Molindo, bersiap memacu pertumbuhan bisnis secara agresif pada tahun 2026 melalui strategi yang menyeimbangkan antara pembagian imbal hasil kepada pemegang saham dan investasi masa depan.
Direktur MOLI Jose G. Tan , mengatakan bahwa sejalan dengan perbaikan kinerja keuangan yang signifikan, perseroan berencana mengapresiasi investor dengan membagikan dividen sekitar Rp20 miliar yang diambil dari laba bersih tahun buku 2025.
Langkah ini didorong oleh realisasi performa kokoh pada 2025, di mana laba bersih MOLI melesat hingga 424,5% menjadi Rp93,11 miliar dari sebelumnya Rp17,75 miliar pada 2024, didukung oleh penjualan bersih yang tumbuh 7,6% menjadi Rp1,49 triliun serta kenaikan margin laba bersih dari 1,3% menjadi 6,2%.
Untuk menopang target pertumbuhan jangka panjang, Molindo secara aktif melakukan ekspansi pasar dengan membidik peluang dari implementasi program mandatori pencampuran bioetanol 5% (E5) yang dijadwalkan mulai berjalan pada Juli 2026. Perseroan bahkan telah ditunjuk untuk memasok kebutuhan bioetanol di wilayah Jawa Timur kepada Pertamina, dengan memanfaatkan sisa ruang kapasitas produksi fuel-grade ethanol miliknya yang masih tersedia sekitar 6 juta liter dari total kapasitas terpasang 10 juta liter per tahun.
BACA JUGA: Siap Tangkap Peluang, Tahun Ini MOLI Anggarkan Capex Rp80 Miliar
Selain mendukung program nasional yang akan berlanjut menuju E10 pada 2028, MOLI juga memperluas penetrasi ke segmen produk etanol premium dengan spesifikasi lebih tinggi untuk memenuhi permintaan kuat dari industri kosmetik, parfum, dan farmasi. Tidak hanya itu, perseroan turut memperluas bisnis liquid CO2 guna menangkap potensi pertumbuhan dari sektor manufaktur serta industri makanan dan minuman.
“Guna mengeksekusi seluruh rencana ekspansi tersebut, MOLI telah mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp350 miliar pada tahun 2026,” uajar Jose, saat paparan publik, Selasa 9 Juni 2026.
Pendanaan investasi ini bersumber dari kombinasi pendanaan perbankan dan kas internal perusahaan yang akan digunakan untuk mendanai pembangunan sejumlah infrastruktur krusial, seperti fasilitas distilasi baru, lini produksi liquid CO2, boiler, serta peralatan pendukung lainnya.
Melalui serangkaian investasi ini, Molindo menargetkan kapasitas produksi etanol berbasis molase akan meningkat dari sekitar 80 juta liter menjadi 100 juta liter per tahun yang dijadwalkan beroperasi secara bertahap hingga September 2027.
Di tengah tantangan pelemahan harga etanol global dan ketidakpastian ekonomi akibat konflik Timur Tengah, manajemen tetap optimistis dapat mempertahankan kinerja positif pada tahun ini serta mampu memitigasi faktor eksternal seperti El Nino dan kenaikan harga bahan baku.
Related News
Andalkan Jaringan O2O BRI, Porsi Kredit Digital Bank Raya Tembus 45,6%
JSPT Naikkan Dividen 25 Persen, Pemegang Saham Kebagian Rp57,9M
IHSG Meroket 7,57 Persen, GOTO Justru Nyaman Tiarap di Level Gocap
Public Expose Live 2026: Bank Raya (AGRO) Terus Perkuat Bisnis Digital
Anak Usaha COIN Luncurkan Indeks Aset Kripto Pertama Indonesia, CFX10
Strategi IPCM Jaga Pertumbuhan Kinerja di Tengah Berbagai Tekanan





