Dolar AS Tertekan Penguatan Yen, Rupiah Dapat Nafas
:
0
Indeks dolar AS merosot ke posisi 99,5 pada perdagangan Kamis (3/9/2026). (Foto: Magnific)
EmitenNews.com - Indeks dolar AS merosot ke posisi 99,5 pada perdagangan Kamis (3/9/2026). Penurunan ini memperpanjang tren kerugian dari sesi sebelumnya seiring lonjakan tajam nilai tukar yen Jepang yang menekan dominasi mata uang Paman Sam tersebut.
Penguatan yen dipicu oleh spekulasi pasar bahwa otoritas moneter Jepang telah melakukan pemeriksaan suku bunga (rate check) serta bersiap meluncurkan intervensi pasar.
Berdasarkan laporan Trading Economics, pelemahan dolar AS juga dipengaruhi oleh pandangan positif bank sentral AS mengenai laju inflasi. Presiden Bank Federal Reserve New York John Williams menilai tekanan harga di pasar domestik AS terus menunjukkan perbaikan.
"Ada bukti bahwa inflasi terus mereda seiring dengan memudarnya dampak tarif, sementara harga energi yang lebih tinggi belum berdampak pada sektor jasa lainnya," ujar John Williams.
Pelemahan greenback kian terakselerasi setelah data pertumbuhan lapangan kerja swasta AS periode Agustus 2026 mencatatkan perlambatan. Selain itu, pengereman reli harga minyak dunia usai Presiden Donald Trump menyatakan serangan militer terhadap Iran bersifat singkat berhasil meredakan permintaan dolar AS sebagai aset aman (safe haven).
Kendati demikian, para pelaku pasar masih memperhitungkan peluang sebesar dua pertiga bagi kenaikan suku bunga acuan The Fed pada akhir bulan ini. Investor kini mencermati rilis data klaim pengangguran mingguan serta laporan nonfarm payrolls untuk kepastian arah moneter AS selanjutnya.
Pelemahan indeks dolar AS ke level 99,5 ini memberikan ruang napas bagi pergerakan nilai tukar rupiah di pasar valuta asing domestik. Meredanya keperkasaan dolar AS berpotensi menahan laju depresiasi rupiah, memicu aliran modal masuk (capital inflow) ke pasar obligasi pemerintah, serta meredakan beban impor komoditas bagi Indonesia.(*)
Related News
Peluang Cuan, Lelang 380 Ribu Ton Beras Turun Mutu Prioritaskan UMKM
Revisi Perpres 26/2026, Pemerintah akan Impor Crude dari Banyak Negara
Bursa AS Cenderung Datar Jelang Rilis Kinerja Keuangan & Fed
Pasar Domestik dan China Ambruk, Saham Hyundai Anjlok 60%
Upaya Diplomasi Timur Tengah Tekan Harga Minyak Mentah
Microsoft Pensiundinikan 60 Ribu Orang, 1/4 Total Karyawan karena Ini





