Dolar Menguat Pasca Keputusan Fed, Cermati Pergerakan Rupiah
:
0
Indeks dolar naik di atas 100,3 pada hari Rabu, tertinggi sejak Maret, setelah Federal Reserve dalam pertemuan pertama Kevin Warsh sebagai Ketua Fed memutuskan mempertahankan suku bunga. (Foto: Tengselpos)
EmitenNews.com - Indeks dolar naik di atas 100,3 pada hari Rabu, tertinggi sejak Maret, setelah Federal Reserve dalam pertemuan pertama Kevin Warsh sebagai Ketua Fed memutuskan mempertahankan suku bunga yang berlaku seperti yang diharapkan.
Penguatan dolar ini berpotensi mengancam eksistensi nilai tukar rupiah yang dalam beberapa hari terakhir dalam tren penguatan pasca keputusan BI menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin. Dipantau dari kalkulator konversi Google, pada hari yang sama dengan keputusan Fed mempertahankan suku bunga tapi mengisaratkan tak menutup kemungkinan menaikkannya hingga akhir tahun, membawa rupiah hari Rabu melemah dari Rp17.737 per dolar ke level Rp19.898 per dolar. Namun hingga berita ini diturunkan rupiah bergerak menguat tipis ke level Rp 17.850 per dolar.
Pelaku pasar hari ini menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG) yang berlangsung dua hari sejak Rabu. RDG hari ini akan memutuskan apa langkah BI untuk menjaga nilai tukar rupiah, apakah tetap akan mempertahankan atau menaikkan lagi BI-Rate.
Terkait kebijakan Fed, proyeksi para pembuat kebijakan diinterpretasikan pasar sebagai lebih hawkish daripada yang diperkirakan, dengan sekitar setengah anggota FOMC mengharapkan setidaknya satu kenaikan suku bunga tahun ini.
Fed juga secara tajam merevisi ke atas proyeksi inflasi. Proyeksi inflasi PCE 2026 dinaikkan menjadi 3,6% dari 2,7% dalam proyeksi Maret, sementara inflasi PCE inti kini diperkirakan mencapai 3,3%, naik dari 2,7% sebelumnya. Para trader kini sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga Fed sebesar seperempat poin pada akhir tahun.
Sementara itu Warsh mengumumkan perubahan di Fed, termasuk lima tim tugas yang akan menangani komunikasi bank sentral, neraca keuangannya, dan isu-isu lainnya. Dolar AS menguat secara luas, mencatatkan keuntungan terbesar terhadap poundsterling Inggris dan euro.(*)
Related News
Harga Emas Naik di Atas USD4.300 per Ons, Antam Turun Rp30.000
Saham AS Melemah Karena Fed Masih Terbuka Naikkan Suku Bunga
Cicil KPR Rumah Subsidi 40 Tahun, Kata Menteri Ara Mudahkan Rakyat
Mentan Ungkap Masih Ada 130 Perusahaan Sawit Nakal, Cek Masalahnya
Pembangkit PLN Butuh 154 Juta Ton Batu Bara, Ternyata Masih Kurang
Aksi Beli Investor Ritel Angkat Indeks Kospi Tembus Level 8.700





