Dow Jones Menguat karena Harga Minyak, Nasdaq Terjungkal karena Chip
:
0
Foto: Anadolu
EmitenNews.com - Harga saham di lantai bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup beragam pada perdagangan Selasa (28/7/2026) waktu setempat. Penurunan harga minyak dan laba perusahaan yang kuat mendorong kenaikan Dow Jones Industrial Average. Sementara kerugian tajam pada saham semikonduktor membebani Nasdaq.
Dow Jones Industrial Average naik 537,24 poin, atau 1,03%, untuk ditutup pada 52.747,32, sementara S&P 500 naik 0,21% untuk berakhir pada 7.428,78.
Namun, Nasdaq Composite turun 0,22% untuk berakhir pada 24.876,91.
Saham-saham chip memperpanjang kerugian mereka, dengan saham Micron turun sekitar 9% dan AMD turun 8,1%.
Anadolu, Rabu (29/7/2026) memberitakan, sektor teknologi yang lebih luas tetap berada di bawah tekanan, sementara saham-saham perawatan kesehatan dan keuangan mencapai rekor tertinggi karena investor terus beralih dari saham-saham teknologi dengan pertumbuhan tinggi ke bagian pasar lainnya.
Harga minyak turun tajam karena Iran membahas Selat Hormuz dengan Arab Saudi dan Oman. Patokan minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 4% menjadi sedikit di atas $79 per barel, sementara minyak mentah Brent turun lebih dari 5% menjadi sekitar $83,80 per barel.
Apple sempat mencapai kapitalisasi pasar $5 triliun untuk pertama kalinya setelah sahamnya menyentuh level tertinggi intraday $342,89. Saham pembuat iPhone ini telah naik 25% sejak awal tahun.
Investor menunggu keputusan kebijakan moneter Federal Reserve pada hari Rabu, dengan pasar secara luas memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga tidak berubah.
Dari sisi data, kepercayaan konsumen AS turun menjadi 90,8 pada Juli dari angka yang direvisi naik menjadi 92,2 pada Juni, di bawah ekspektasi pasar sebesar 92,4, karena penilaian terhadap kondisi bisnis dan pasar tenaga kerja saat ini melemah.
Defisit perdagangan barang maju AS menyempit sebesar $4,4 miliar menjadi $101,5 miliar pada Juni, karena ekspor turun menjadi $204,7 miliar dan impor turun menjadi $306,2 miliar.
Pasar saham Eropa juga sebagian besar ditutup lebih tinggi pada hari Selasa, didukung oleh harga minyak yang lebih rendah dan pendapatan perusahaan yang positif, sementara indeks acuan Italia melawan tren regional.
Related News
Produksi Migas PHE 935 Ribu Barel, Turun Sampai 10 Persen
Naik Tipis Pendapatan Ancol (PJAA) Jadi Rp496 Miliar, Hingga Juni 2026
Jaga Rupiah, BI Pangkas Biaya Hedging
Indeks Dolar Stabil di 101,5 Jelang Keputusan Suku Bunga Fed
USTR Sinyalkan Tarif Impor Baru Sasar Negara Asia, RI Perlu Waspada
Sinyal Damai AS-Iran Tahan Lonjakan Harga Emas Dunia





