Downgrade Peringkat ADHI idBB, ini Alasan Pefindo
:
0
Gedung pencakar langit besutan anak usaha perseroan Adhi Properti. Foto - Dok Adhi Karya
EmitenNews.com - Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mendowngraded peringkat Adhi Karya (ADHI) menjadi idBB dari idA-. Peringkat itu menynadang creditwatch dengan implikasi negatif. Selain itu, Pefindo juga menurunkan peringkat obligasi III, dan obligasi IV Adhi Karya menjadi idBB.
Aksi pemeringkatan itu, merefleksikan rencana perusahaan untuk mengadakan rapat umum pemegang obligasi dengan agenda permohonan untuk menunda pembayaran kupon obligasi beredar. Di mana, pembayaran kupon terdekat akan jatuh tempo pada 24 Agustus 2026.
Menurut pandangan Pefindo, rencana tersebut menunjukkan perusahaan mengalami tekanan likuiditas akut, yang secara material telah melemahkan kemampuan untuk memenuhi kewajiban keuangan tepat waktu. Tekanan likuiditas terutama dari arus kas operasional lemah terus menurus.
Itu terjadi di tengah keterbatasan fleksibilitas keuangan, termasuk akses ke pendanaan, dan kondisi menantang dalam jangka panjang sektor konstruksi indonesia. Peringkat perusahaan mencerminkan posisi pasar Adhi Karya memadai. Peringkat dibatasi risiko likuiditas tinggi di tengah fleksibilitas keuangan lemah, leverage tinggi, risiko eksekusi order book, dan lingkungan bisnis volatil.
Pefindo dapat meninjau kembali peringkat, dan prospek Adhi Karya berdasar hasil keputusan rapat umum pemegang saham obligasi. Persetujuan pemegang saham obligasi dapat memicu penurunan peringkat, karenda berdasar metodologi pemeringkatan Pefindo, amandemen tersebut dapat dipandang sebagai restrukturisasi utang bermasalah dilakukan untuk menghindari gagal bayar.
Peringkat dapat dilorot lebih curam kalau perusahaan tidak mampu menuntaskan agenda rapat umum pemegang obligasi. Di mana, hal itu akan secara signifikan meningkatkan risiko Adhi Karya dalam melakukan pembayaran kupon dalam waktu dekat. Adhi Karya berdiri pada 1960, dan perusahaan kontraktor milik negara bergerak bidang jasa konstruksi.
Bisnis Adhi Karya diklasifikasikan menjadi empat segmen utama. Yaitu, konsstruksi, engineering, procurement, and construction (EPC), properti dan realti, dan infrastruktur investasi. Per 30 Juni 2026, Danantara Aset Management mengempit 64,3 persen saham Adhi Karya, dan sisanya dikuasai publik.
Kinerja Memburuk Paruh I 2026
Sepanjang semester I 2026, Adhi Karya mengemas laba bersih Rp8,49 miliar. Melonjak 12,59 persen dari periode sama tahun lalu senilai Rp7,54 miliar. Menyusul hasil positif itu, laba per saham dasar ikut menanjak menjadi Rp1,01 dari sebelumnya Rp0,90.
Pendapatan tercatat Rp3,11 triliun, melorot 18,37 persen dari posisi sama tahun sebelumnya Rp3,81 triliun. Beban pokok pendapatan Rp2,41 triliun, mengalami penyusutan dari episode sama tahun lalu Rp3,24 triliun. Laba kotor terkumpul Rp700,42 miliar, mengalami peningkatan dari tahun 2025 sebesar Rp572,87 miliar.
Related News
Gejolak Pasar Kripto, COIN Berbalik Boncos 253,74 Persen Semester I
NPGF Salurkan Dividen Mini, Telisik Jadwal Lengkapnya
Verah Wahyudi Lepas Saham TAMA Lewat Skema Repo
BRNA Right Issue Rp372,6 Miliar, Besok Buru Restu Investor
Direksi ISAT Kompak Borong Saham, Siapa Saja?
Rugi Bengkak, COCO Medio 2026 Defisit Rp325,77 Miliar





