EmitenNews.com - Wijaya Karya Bangunan Gedung (WEGE) mendapat permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). Perkara PKPU tersebut diajukan oleh PT Pratama Widya (PTPW). Permohonan PKPU itu, telah didaftarkan di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. 

Gugatan PKPU itu, terdaftar dengan nomor register 247/Pdt.Sus-PKPU/2026 PN Niaga Jkt.Pst. ”Perseroan mendapat permohonan PKPU pada Senin, 10 Agustus 2026,” tegas Purba Yudha Tama, Corporate Secretary Wika Gedung. 

Selanjutnya, perseroan akan melakukan verifikasi terlebih dahulu atas nilai serta dasar klaim yang diajukan, sebelum memberikan tanggapan resmi di dalam forum hukum yang sesuai. ”Permohonan PKPU tidak berdampak langsung terhadap kegiatan operasional, dan kondisi keuangan,” ucapnya. 

Rugi Bengkak

Sepanjang paruh pertama 2026, WEGE merugi Rp89,75 miliar. Longsor 19.763 persen dari episode sama tahun lalu dengan tabulasi laba Rp456,42 juta. Pendapatan Rp404,85 miliar, anjlok 55,4 persen dari posisi sama tahun sebelumnya Rp907,81 miliar. Beban pokok pendapatan Rp382,43 miliar, susut dari Rp800,09 miliar.

Laba kotor Rp22,41 miliar, melorot dari Rp107,71 miliar. Beban usaha Rp89,28 miliar, bengkak dari Rp79,98 miliar. Pendapatan lainnya Rp46,55 miliar, melejit dari Rp31,55 miliar. Beban lainnya Rp65,06 miliar, bertambah dari Rp32,36 miliar. Bagian laba ventura bersama Rp12,14 miliar, turun dari Rp16,27 miliar. 

Rugi bersih tahun berjalan Rp89,89 miliar, drop dari sebelumnya dengan laba Rp400,19 juta. Jumlah ekuitas Rp1,88 triliun, turun dari akhir tahun sebelumnya Rp1,97 triliun. Total liabbilitas Rp1,84 triliun, turun signifikan dari akhir 2025 senilai Rp2,07 triliun. Jumlah aset Rp3,72 triliun, turun dari akhir tahun lalu Rp4,04 triliun. 

Laba Meledak 123 Persen

Di sisi lain, PTPW paruh pertama 2026 membukukan laba bersih Rp47,02 miliar. Melonjak 123,69 persen dari episode sama tahun lalu Rp21,02 miliar. Pendapatan Rp168,96 miliar, mengalami peningkatan signifikan dari posisi sama tahun sebelumnya Rp163,23 miliar. Beban pokok pendapatan Rp86,82 miliar, menciut dari Rp102,27 miliar. 

Laba kotor Rp86,82 miliar, melejit dari Rp60,95 miliar. Beban umum dan administrasi Rp36,28 miliar, susut dari Rp37,42 miliar. Beban keuangan Rp1,44 miliar, turun dari Rp2,76 miliar. Laba bersih Rp46,11 miliar, naik dari Rp21,56 miliar.