Drop 377 Persen, Emiten Lo Kheng Hong (DILD) Boncos Rp84 Miliar

Gedung Intiland bermandi cahaya tampak pada malam hari. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Intiland (DILD) per 31 Maret 2024 mentabulasi rugi Rp84,28 miliar. Terjun bebas 377 persen dari episode sama tahun lalu surplus Rp30,38 miliar. Oleh karena itu, rugi per saham dasar emiten Lo Kheng Hong itu, menjadi Rp8,13 dari posisi sama tahun sebelumnya surplus Rp2,93.
Koreksi laba itu, selaras dengan tabulasi pendapatan Rp710,86 miliar, melorot 146 persen dari edisi sama tahun lalu Rp1,54 triliun. Beban pokok penjualan dan beban langsung Rp500,57 miliar, susut dari sebelumnya Rp796,33 miliar. Laba kotor terakumulasi Rp210,29 miliar, menukik dari posisi sama tahun lalu Rp746,73 miliar.
Beban penjualan Rp12,48 miliar, turun dari Rp18,77 miliar. Beban umum dan administrasi Rp73,52 miliar, bengkak dari Rp64,08 miliar. Total beban usaha Rp86,01 miliar, naik dari Rp82,86 miliar. Laba usaha terkumpul senilai Rp124,28 miliar, merosot signifikan dari edisi sama tahun lalu Rp663,87 miliar.
Pendapatan bunga Rp4,79 miliar, susut dari Rp7,16 miliar. Keuntungan kurs mata uang asing Rp254,73 juta, melambung dari minus Rp2,88 miliar. Kerugian penjualan aset tetap Rp2,93 juta, drop dari untung Rp168 juta. Keuntungan dari perubahan nilai wajar investasi yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi nihil dari Rp263,93 juta.
Beban bunga Rp104,52 miliar, bengkak dari Rp96,26 miliar. Komponen pendanaan atas liabilitas kontrak Rp28,51 miliar, susut dari Rp66,26 miliar. Lain-lain Rp1,36 miliar, susut dari Rp13,13 miliar. Beban lain-lain bersih Rp129,36 miliar, mengalami koreksi dari Rp170,94 miliar. Pajak final Rp22,31 miliar, susut dari Rp37,32 miliar.
Rugi tahun berjalan Rp61,74 miliar, melepuh 115 persen dari untung Rp391,71 miliar. Total ekuitas Rp6,39 triliun, susut dari akhir tahun lalu Rp6,53 triliun. Jumlah liabilitas Rp7,89 triliun, menipis dari akhir tahun sebelumnya Rp8,06 triliun. Jumlah aset Rp14,28 triliun, berkurang dari akhir 2023 senilai Rp14,60 triliun. (*)
Related News

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG