EmitenNews.com - Saham emiten-emiten yang terafiliasi dengan Grup Sinar Mas ditutup beragam pada perdagangan Selasa lalu (26/5/2026). Berdasarkan pantauan melalui RTI Business, sejumlah saham berhasil parkir di zona hijau, sementara lainnya mengalami tekanan cukup dalam, terutama DSSA.

PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menjadi pemberat utama usai ambles 10% atau turun 48 poin ke level Rp432. Kondisi tersebut diduga imbas efek review indeks MSCI dan FTSE Russel yang mendepak DSSA keluar dari indeks global tersebut.

Senasib dengan DSSA, tekanan juga dialami PT Bumi Serpong Damai (BSDE) yang melemah 1,48% ke level Rp665. BSDE menjadi salah satu konstituen yang didepak dari MSCI Global Small Cap, bersama dengan Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM).

Menyusul di posisi selanjutnya, PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) turut terkoreksi 0,96% ke level Rp7.775 dengan net foreign sell mencapai Rp6,5 miliar. Sedangkan PT Golden Energy Mines (GEMS) turun 0,65% ke level Rp7.700, meskipun nilai transaksi hanya sekitar Rp652,1 juta, investor asing tercatat melakukan aksi jual sebesar Rp214,5 juta.

Sektor keuangan dari grup Sinar Mas juga mengalami tekanan. Salah satunya yakni PT Sinar Mas Multiartha (SMMA) yang melemah 0,41% ke level Rp18.050, dengan net foreign sell mencapai Rp54,6 miliar. Sementara PT Bank Sinarmas (BSIM) bergerak stagnan di level Rp795.

Posisi berikutnya, PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) terkoreksi 0,23% ke level Rp4.330, dan PT MSIG Life Insurance Indonesia (LIFE) turun 0,40% ke Rp6.225.

Meski didominasi pelemahan, emiten grup Sinar Mas masih ada yang berhasil parkir di zona hijau. Di antaranya, PT Puradelta Lestari (DMAS) yang menguat 0,64% ke level Rp157. Emiten di sektor properti dan real estate itu mencatat volume perdagangan mencapai 273,7 juta lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp43,4 miliar.

Penguatan serupa terjadi di TKIM, meskipun terlempar dari indeks small cap MSCI, emiten sektor pulp dan kertas grup Sinar Mas itu berhasi naik 0,45% ke level Rp5.600. Aktivitas perdagangan TKIM juga tergolong ramai dengan turnover mencapai Rp43,3 miliar.

Adapun IHSG kembali melemah sebanyak 76,159 poin atau terkoreksi 1,23 persen ke level 6.130,190. Meski demikian, selama perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 6.286,872.

Sebanyak 241 saham menguat, 447 saham melemah, dan 133 lainnya stagnan. Aktivitas perdagangan terbilang ramai dengan volume transaksi mencapai 24,882 miliar saham dan nilai turnover sebesar Rp18,098 triliun dari 1,96 juta kali transaksi.