DSSA Lepas 9,63 Miliar Saham Treasury Mulai 10 Agustus, Siap Tampung?
:
0
Aktivitas pertambangan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
EmitenNews.com - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) bersiap melepas hingga 9,63 miliar saham treasury atau setara 5% dari seluruh saham yang telah diterbitkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengalihan saham hasil buyback tersebut dijadwalkan mulai berlangsung pada 10 Agustus 2026.
Melalui keterbukaan informasi, dikutip Minggu (2/8/2026), Sekretaris Perusahaan DSSA menyatakan bahwa perseroan telah menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai anggota bursa yang akan melaksanakan penjualan saham treasury tersebut melalui mekanisme perdagangan di BEI.
Langkah tersebut ditempuh untuk memenuhi ketentuan POJK Nomor 29 Tahun 2023, yang mewajibkan perusahaan terbuka mengalihkan saham hasil pembelian kembali paling lambat tiga tahun setelah program buyback selesai.
Saat ini, DSSA masih memiliki 37,91 miliar saham treasury setelah sebelumnya merealisasikan pengalihan sebagian saham hasil buyback. Dari jumlah tersebut, Perseroan menargetkan melepas maksimal 9,63 miliar saham, termasuk sisa saham yang belum dialihkan berdasarkan rencana sebelumnya.
Manajemen DSSA menyatakan harga pengalihan akan mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan proses pelepasan saham dapat dilakukan tanpa memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Sebelumnya, DSSA melaksanakan program pembelian kembali sebanyak 154,1 juta saham sebelum aksi pemecahan saham (stock split). Setelah dua kali stock split, jumlah saham treasury tersebut setara dengan 38,53 miliar saham.
Manajemen menegaskan akan terus menyampaikan perkembangan pelaksanaan pengalihan saham treasury kepada publik sesuai ketentuan pasar modal yang berlaku.
Related News
Harga Rights Issue AHAP Rp50, Anthoni Salim via ACA Serap Rp109,5M
VISI Lunasi Utang BCA Usai Raffi-Nagita Masuk, Liabilitas Turun 82%
ABMM Kebut Produksi Tambang Aceh, Laba Semester I Melonjak 42 Persen
APLN Agresif Pangkas Utang, Kinerja Semester I Ikut Melonjak
Pendapatan KIJA Susut 11 Persen, Recurring Income Malah Dominan
Laba Emiten Grup Salim (IMAS) Ambles 74,3 Persen di Paruh Pertama 2026





