EmitenNews.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf berharap tak ada lagi mafia sepak bola. Itu harapan politikus Partai Demokrat ini atas terpilihnya dua menteri Kabinet Presiden Joko Widodo sebagai pimpinan PSSI 2023-2027. Dalam KLB PSSI, Kamis (16/2/2023), Menteri BUMN Erick Thohir dan Menpora Zainudin Amali terpilih menjadi ketua umum dan wakil ketua umum PSSI. 

 

Kepada wartawan, seperti dikutip Minggu (19/2/2023), Dede Yusuf mengucapkan selamat atas terpilihnya Erick Thohir, dan Zainudin Amali menahkhodai organisasi olah raga sepak bola Tanah Air itu. Berkaitan dengan rangkap jabatan keduanya sebagai menteri dan pimpinan PSSI, anggota Fraksi Demokrat DPR itu mengungkapkan, perlu ada skala prioritas. 

 

“Tinggal bagaimana nanti caranya membagi konsentrasi prioritas dalam menjalankan amanah itu. Apalagi Presiden telah memberikan izin," katanya. 

 

Yang paling penting dengan adanya 2 menteri Jokowi sebagai pucuk pimpinan PSSI itu, Dede berharap tak ada lagi kisruh di tubuh PSSI, dan tak ada lagi mafia sepak bola. “Seharusnya, jika 2 orang pembantu terbaik presiden yang turun mengurus PSSI, maka tidak akan boleh lagi terjadi kekisruhan di dunia persepakbolaan apalagi ada yang namanya mafia sepakbola."

 

Soal alasan kepantasan, tutur Dede Yusuf, adalah urusan mekanisme di internal PSSI. Dia mengingatkan statuta FIFA mengamanatkan, agar pemerintah tak campur tangan dengan federasi sepak bola.

 

"Kalau soal kepantasan itu urusan mekanisme internal PSSI. Tapi perlu mengingat juga statuta FIFA yang sebenarnya agak alergi dengan intervensi 'pemerintah' dalam sepak bola. Semoga sambutan FIFA tidak ada masalah," sebut Dede Yusuf.

 

Kepada wartawan di ICE BSD Tangerang, Jumat (17/2/2023), Presiden Jokowi tidak memasalahkan terpilihnya Menteri BUMN Erick Thohir dan Menpora Zainudin Amali sebagai pengurus PSSI. Jokowi mengaku tak mempersoalkan selama kedua menterinya itu bisa atur waktu. "Yang paling penting semuanya bisa mengatur waktunya."

 

Apalagi karena sebelumnya sejumlah anggota Kabinet Indonesia Maju II, juga merangkap jabatan seperti Erick, dan Zainudin. Menurut Jokowi, mereka tetap bisa menjalankan tugasnya di pemerintahan.

 

"Kita kan juga tahu Pak Basuki itu juga menjadi ketua dayung, bisa. Pak Airlangga juga menjadi ketua wushu, bisa. Pak Luhut juga jadi ketua PASI bisa. Pak Prabowo juga jadi ketua pencak silat bisa," ujar Jokowi.