Dua Saham Terbang Ratusan Persen Ini dalam Pantauan Bursa
Lantai perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencermati pergerakan saham PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk. (ENZO) dan PT Trimitra Propertindo Tbk. (LAND) setelah keduanya mencatat lonjakan harga dalam waktu singkat.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menyampaikan bahwa pengumuman Unusual Market Activity (UMA) ini tidak serta-merta mengindikasikan adanya pelanggaran peraturan pasar modal. Namun, bursa perlu melakukan pengawasan lanjutan atas pola transaksi kedua saham tersebut.
Adapun, keputusan UMA ini mulai efektif diberlakukan pada Kamis (15/1).
Pascaterbit pengumuman UMA, pada pembukaan perdagangan Kamis (15/1), saham ENZO langsung menyentuh Auto Rejection Atas (ARA) dengan penguatan 8,86 persen atau naik 7 poin ke level Rp86.
Dalam sepekan terakhir, saham ENZO telah ngebut melonjak 56,36 persen, berlanjut naik 72 persen dalam sebulan ke belakang, dan secara triwulanan sahamnya kian melesat setinggi 145,71 persen atau naik 51 poin dari posisi Rp35 pada 14 Oktober 2025.
Sementara itu, saham properti berkode LAND juga mencatat pergerakan agresif dengan kenaikan 8,7 persen ke level Rp100. Nyaris hanya selisih satu poin dari harga ARA di Rp101.
Secara mingguan, saham ini telah menguat 51,52 persen, dan kian melonjak hingga setinggi 150 persen dalam sebulan, dan dalam tiga bulan terakhir membukukan kenaikan tetap di 150 persen atau naik 60 poin dari harga Rp40 pada 14 Oktober 2025.
BEI mengimbau investor untuk mencermati keterbukaan informasi emiten, kinerja fundamental, serta potensi risiko sebelum mengambil keputusan investasi. (*)
Related News
BEI Setop Aktivitas Perdagangan HSBC Sekuritas, Ini Alasannya
Reli 257 Persen, Saham Paragon (PKPK) Lanjut ARA Usai Sepekan Dikunci
Dua dari Tiga Saham Dirantai Bursa Usai ARA, Bakal Dijerat FCA Sepekan
Tiga dari Empat Saham Lepas Suspensi, Langsung Ngebut
Di Antara Tiga Saham dalam Sorotan Bursa, Hanya INDS yang Melonjak ARA
Saham Poultry dan Nikel Ini Terkekang Suspensi Jilid II, Berapa Lama?





