Kesimpulan

Suntikan stimulus Rp200 triliun kepada Himbara mencerminkan komitmen kuat pemerintah dan otoritas moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, pertumbuhan kredit yang masih belum signifikan menunjukkan bahwa likuiditas besar bukan jaminan ekspansi intermediasi yang cepat. Tantangan permintaan, kehati-hatian risiko, tekanan profitabilitas, serta keterbatasan transmisi kebijakan menjadi faktor utama penahan.

Ke depan, efektivitas stimulus akan sangat ditentukan oleh kemampuan menciptakan ekosistem ekonomi yang mendorong investasi, memperkuat kepercayaan pelaku usaha, dan menghasilkan proyek-proyek berkualitas yang layak dibiayai. Dalam konteks ini, besarnya stimulus bukanlah tujuan akhir, melainkan alat yang harus diiringi kebijakan komplementer agar benar-benar berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.