Menang Seleksi ESDM, PGEO Keruk Potensi 77 MW Geothermal Cubadak Panti
Kawasan geothermal Lahendong garapan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO). Foto: PGEO.
EmitenNews.com - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) berhasil meraih peringkat pertama dalam seleksi Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) panas bumi Cubadak Panti, Sumatra Barat, yang diselenggarakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk., Edwil Suzandi, dalam keterangan tertulisnya dikutip Minggu (25/1/2026), PGE mencatatkan nilai tertinggi 87,01, sekaligus ditetapkan sebagai calon pelaksana PSPE untuk wilayah tersebut. Selanjutnya, Perseroan akan menjalankan seluruh ketentuan administratif sesuai regulasi pemerintah.
Wilayah PSPE Cubadak Panti berlokasi di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, Provinsi Sumatra Barat, dengan luas area mencapai ±29.897 hektare. Berdasarkan data awal, area ini diperkirakan memiliki potensi cadangan panas bumi (possible reserves) sebesar 77 megawatt electric (MWe).
Edwil Suzandi menyatakan penugasan ini jadi aksi baru strategis guna perluasan kapasitas terpasang panas bumi nasional di luar Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) eksisting yang saat ini dikelola PGE.
“Penugasan ini membuka peluang bagi PGE untuk menambah cadangan sumber daya panas bumi di luar potensi Wilayah Kerja Panas Bumi eksisting sebesar 3 gigawatt yang dikelola saat ini. Hal ini juga mempertegas dukungan perusahaan terhadap program pemerintah dalam mempercepat transisi energi, mendorong dekarbonisasi nasional, serta meningkatkan porsi energi terbarukan dalam bauran energi atau energy mix Indonesia,” ujar Edwil.
Penetapan PSPE Cubadak Panti mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penugasan Survei Pendahuluan dan Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi Geothermal, serta Dokumen Pemilihan PSPE Panas Bumi yang berlaku.
Emiten pionir pengembangan panas bumi di Indonesia, PGE saat ini mengelola kapasitas terpasang 727 MW dari enam wilayah operasi yang dikelola mandiri. Perseroan juga tengah mengembangkan sejumlah proyek strategis, antara lain PLTP Hululais Unit 1 & 2 (110 MW) serta proyek co-generation dengan total kapasitas 230 MW.
Selain itu, PGE menyiapkan pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 MW yang ditargetkan mencapai commercial operation date (COD) pada 2030.
Related News
Kursi Kosong, Mutuagung (MUTU) Sampaikan Kabar Berpulangnya Komisaris
Kerja Sama Pembiayaan Rp300M BNI-Siemens Perkuat Ekosistem Kelistrikan
Diversifikasi Ekstrem IFSH: Dari Tambang Nikel ke Kebun Kelapa
Bos VKTR Lepas Separuh Saham, Kantongi Hampir Rp13 Miliar
AMAG Anggarkan Rp90,15 Miliar untuk Buyback Saham
ANJT Klarifikasi Pinjaman Jumbo Untuk Anak Usaha, Ini Penjelasannya





