ELPI Siap Eksekusi Right Issue Rp739,3 Miliar untuk Ekspansi Armada
:
0
ilustrasi kapal milik PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI). DOK/EmitenNews
EmitenNews.com - PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) secara resmi mengumumkan telah memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Jumat, 26 Juni 2026, untuk melaksanakan aksi korporasi Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) atau Rights Issue.
Pemberian pernyataan efektif ini mencerminkan tingginya kepercayaan regulator terhadap fundamental dan prospek bisnis Perseroan. Langkah strategis ini berhasil dieksekusi di tengah volatilitas pasar modal pada kuartal II-2026, yang dipengaruhi oleh dinamika makroekonomi global yang turut membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta indeks pasar modal regional Asia, termasuk Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Dalam aksi korporasi PMHMETD I ini, ELPI akan menerbitkan sebanyak 2.112.420.000 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp350 per lembar saham. Melalui langkah ini, Perseroan menargetkan perolehan dana segar mencapai Rp739.347.000.000 yang seluruhnya akan dialokasikan untuk memperkuat struktur permodalan, mendanai belanja modal (capital expenditure/capex), investasi strategis, serta modal kerja (working capital) demi mendorong pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan.
Direktur Utama ELPI, Eka Taniputra, memaparkan secara rinci bahwa alokasi penggunaan dana hasil rights issue difokuskan pada peningkatan kapasitas operasional dan pemenuhan kontrak strategis.
Belanja Modal (Capex) Utama – Rp205.200.000.000: Dialokasikan untuk pengadaan dan pembangunan armada baru yang terdiri dari 3 unit kapal fast crewboat dan 1 unit kapal multipurpose tug. Langkah ini ditujukan untuk merespons tingginya permintaan pasar sekaligus memperkuat pangsa pasar Perseroan di segmen jasa pelayaran.
Pemenuhan Kontrak PT Layar Nusantara Gas (PT LNG) – Rp72.000.000.000: Digunakan untuk pembelian dan pembangunan 6 unit kapal guna mendukung kontrak jangka panjang dengan PT LNG, anak usaha dari Genting Group yang membangun dan mengoperasikan fasilitas Genting Floating Liquefied Natural Gas (FLNG). Proyek strategis ini memiliki total estimasi nilai kontrak mencapai Rp2,39 Triliun dengan jangka waktu charter hingga 18 tahun. Proyek FLNG ini merupakan tonggak sejarah penting karena berpotensi menjadi FLNG pertama di Indonesia dan ke-9 di dunia, di mana seluruh armada ditargetkan terealisasi pada Semester II-2027.
Direktur Keuangan ELPI, Efilya Kusumadewi, menambahkan bahwa sisa dana perolehan akan diarahkan pada langkah diversifikasi bisnis dan penguatan entitas anak, yaitu investasi dan Diversifikasi Strategis dengan alokasi Rp190 miliar ditempatkan sebagai penyertaan modal pada perusahaan patungan (joint venture) baru yang bergerak di bidang pelayaran logistik guna memperluas portofolio bisnis Perseroan.
Penguatan Modal Anak Usaha dengan anggaran Rp118,30 miliar dialokasikan sebagai peningkatan modal pada PT ELPI Trans Cargo (ETC). Dana ini akan memperkuat struktur modal ETC dalam mendukung operasional kapal Multi Purpose Support Vessel (MPSV) Bourbon Evolution 805, yang berhasil dimenangkan melalui proses lelang internasional di Shipbid (Singapore) Shipping Exchange Pte. Ltd. Saat ini, kapal tersebut berada di Abidjan, Pantai Gading, dan sedang dalam proses mobilisasi ke Indonesia untuk mendukung proyek-proyek offshore mendatang.
Sisa dana hasil PMHMETD I akan digunakan oleh Perseroan bersama PT Ekalya Purnamasari Offshore (ELPIO) untuk mendukung biaya operasional 101 unit kapal (83 kapal milik Perseroan dan 18 kapal milik PT ELPIO). Komponen modal kerja mencakup biaya perbaikan, pemeliharaan berkala (maintenance), pengadaan bahan bakar, premi asuransi, sertifikasi kapal, hingga kebutuhan inventaris (consumables).
Corporate Secretary ELPI, Wawan Heri Purnomo, menegaskan bahwa seluruh tahapan PMHMETD I akan dilaksanakan dengan kepatuhan penuh terhadap regulasi pasar modal yang berlaku serta mengedepankan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG).
Related News
DEWA Bagi Dividen Perdana, Karni Ilyas Komisaris
Kantongi Izin, BHIT Gaspol Private Placement 8,6 Miliar Lembar
Kebut Program ini, BUMI Jual Saham Citra Palu Mineral
LSIP Jadwal Dividen 30 Persen Laba, Tembus Rp566,05 Miliar
IPCC Catat Pertumbuhan Operasional 14,6% di Kuartal II 2026
BBHI Salurkan Dividen 49,97 Persen Laba, Cum Date 3 Juli





