EmitenNews.com - Nusantara Infrastructure (META) bakal menggelontorkan dividen interim Rp60,63 miliar. Alokasi dividen itu, diambil sekitar 91,6 persen dari koleksi laba bersih per 30 September 2026 di level Rp66,19 miliar. Dengan demikian, para investor akan mendapat jatah dividen Rp3,5 per lembar.

Pembagian dividen interim itu, sesuai dengan keputusan direksi, dan disetujui dewan komisaris pada 30 Oktober 2026. So, jadwal dividen interim emiten tol Salim Group tersebut menjadi sebagai berikut. Cum dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 11 November 2026. Ex dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 12 November 2026.

Cum dividen pasar tunai pada 13 November 2026. Ex diiden pasar tunai pada 16 November 2026. Investor berhak mendapat dividen harus tercatat sebagai pemegang saham alias recording date pada 13 November 2026 pukul 16.00 WIB. Pembayaran dividen akan dilakukan pada 3 Desember 2026.

Pembagian dividen interim itu, berdasar data keuangan per 30 September 2026. Ya, sepanjang sembilan bulan pertama 2026, META mengemas laba bersih Rp66,19 triliun. Saldo laba ditahan dengan alokasi penggunaan tidak dibatasi Rp751,75 miliar. Total ekuitas Rp4,11 triliun.

Kinerja Kurang Menggigit

Per 30 September 2026, total pendapatan META Rp198,68 miliar, merosot dari periode sama tahun lalu Rp215,85 miliar. Itu terdiri dari pendapatan usaha dan penjualan Rp189,34 miliar, turun dari Rp205,63 miliar. Pendapatan usaha lainnya Rp9,34 miliar, menciut dari Rp10,21 miliar.

Beban langsung dan beban pokok penjualan Rp94,1 miliar, berkurang dari Rp103,89 miliar. Laba kotor terkumpul Rp104,58 miliar, menciut dari Rp111,95 miliar. Pendapatan konstruksi Rp7,38 juta, turun dari Rp1,98 miliar. Beban umum dan administrasi Rp79,33 miliar, bengkak dari Rp75,21 miliar.

Jumlah ekuitas Rp4,12 triliun, mengalami peningkatan dari akhir tahun sebelumnya Rp4,09 triliun. Total liabilitas Rp454,91 miliar, mengalami pengurangan signifikan dari akhir 2025 senilai Rp506,79 miliar. Jumlah aset Rp4,57 triliun, mengalami koreksi dari akhir tahun lalu Rp4,59 triliun. (*)