Emiten Milik Sandiaga, Merdeka (MDKA) Kantongi Restu Right Issue 1,20 Miliar Lembar
EmitenNews.com - Merdeka Copper Gold (MDKA) mengantongi restu untuk menerbitkan right issue maksimal 1,20 miliar. Penawaran umum terbatas (PUT) jilid II itu, dipersenjatai nilai nominal Rp20 per lembar.
”Peserta rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) 99,99 persen menyetujui rencana perseroan untuk mementaskan penambahan modal dengan skema right issue,” tutur Adi Adriansyah Sjoekri, Corporate Secretary Merdeka Copper Gold, Jumat (28/1).
Selanjutnya, pemegang saham menyetujui perubahan Pasal 4 ayat (2) Anggaran Dasar (AD) Merdeka Copper Gold sehubungan dengan peningkatan modal ditempatkan dan disetor dengan memberikan HMETD, yaitu dari 22.904.850.815 saham menjadi maksimum 24.110.850.815 lembar dengan nilai nominal Rp20 per saham, dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan berlaku.
Lalu, menyetujui pengunduran diri Heri Sunaryadi sebagai komisaris, dan Michael W.P. Soeryadjaya sebagai direktur. Mengangkat Yoke Candra Katon sebagai komisaris, dan Andrew Starkey sebagai direktur dengan masa jabatan terhitung sejak penutupan rapat sampai dengan RUPS Tahunan pada 2025.
Sebelumnya, emiten milik Sandiaga Uno tersebut berencana menerbitkan right issue 1,20 miliar dengan harga pelaksanaan Rp2.830 per lembar senilai Rp3,41 triliun. Seluruh dana bersih right issue untuk kebutuhan likuiditas umum, belanja modal, dan modal kerja. Right issue itu akan memperkuat struktur permodalan, dan memberi nilai tambah untuk mendukung kinerja. Kalau pemegang saham tidak melaksanakan haknya, kepemilikan pemegang saham akan terdilusi maksimum 5 persen. (*)
Related News
Bangkit dari Rugi, Laba Phapros (PEHA) Melenting 109 Persen di 2025
Investor Waspada! Saham KRYA Anjlok 65%, Data Pengendali Simpang Siur
Laba Emiten Jasa Konstruksi NRCA Melonjak 115 Persen Sepanjang 2025
Emiten Furnitur Chitose (CINT) Raih Lonjakan Penjualan dan Laba 2025
TP Rachmat Jual 14,3 Juta Saham ESSA Senilai Rp10,8M, Harga Ikut Drop!
WINS Hentikan Buyback 2 Bulan Lebih Cepat, Ini Alasan Utamanya





