EmitenNews.com - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melaporkan keberhasilan penemuan minyak dari salah satu sumur eksplorasi terbaru milik anak usahanya, PT Imbang Tata Alam (ITA), di Wilayah Kerja Malacca Strait, Riau. Penemuan yang dilakukan pada 26 Januari 2026 ini menjadi tonggak penting dalam upaya Perseroan mendukung keberlanjutan produksi minyak nasional.

Direktur Utama ENRG, Syailendra S. Bakrie, dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, Senin, 26 Januari 2026, menjelaskan bahwa hasil evaluasi awal menunjukkan adanya lapisan produktif pada Formasi Upper Sihapas dengan ketebalan net pay sekitar 80 kaki. Pada tahap uji alir, sumur tersebut mampu mencatatkan laju produksi minyak sekitar 350 barel per hari, mencerminkan kualitas reservoir yang baik dengan potensi aliran yang stabil.

“Secara geologi, penemuan ini diinterpretasikan sebagai stratigraphic trap. Temuan tersebut membuka peluang eksplorasi lanjutan untuk pengembangan sumber daya dan cadangan minyak baru,” ujar Syailendra.

Berdasarkan evaluasi awal, estimasi Original Oil in Place (OOIP) dari penemuan ini diperkirakan mencapai sekitar 31 juta barel minyak. Selain itu, Perseroan melihat potensi tambahan produksi sebesar 1.000 hingga 1.500 barel minyak per hari melalui rencana pengembangan struktur MSTB-NW dengan implementasi enam sumur pengembangan.

Lebih lanjut, kesamaan respon seismik di area sekitar temuan menunjukkan potensi sumber daya tambahan yang signifikan. Area tersebut diperkirakan masih menyimpan potensi lebih dari 76 juta barel minyak, yang akan menjadi target utama dalam kampanye eksplorasi berikutnya.

Syailendra menambahkan, ITA akan bekerja sama dengan SKK Migas untuk melanjutkan studi teknis guna mematangkan konsep pengembangan struktur MSTB-NW sekaligus mengidentifikasi peluang eksplorasi lanjutan di sekitar wilayah penemuan.

“Penemuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap ketahanan energi nasional serta memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan di Wilayah Kerja Malacca Strait,” tutupnya.