Entitas Gaet Proyek Agrinas, INPS Private Placement Rp125 Miliar
:
0
Armada logistik PT Indah Prakasa Sentosa. Foto - Laporan Tahunan INPS 2023
EmitenNews.com - Indah Prakasa Sentosa alias Inprase (INPS) akan menggeber private placement Rp125 miliar. Itu dengan melepas 1,25 miliar saham anyar dengan nilai nominal Rp100. Penerbitan saham baru tersebut dibanderol dengan harga pelaksanaan Rp100.
Seluruh saham bbaru itu, akan diserap Graha Inti Guna Persada (GIGP), sebagai pemegang saham pengendali, dan disetor secara tunai. Aksi korporasi itu, untuk memulihkan ekuitas perseroan menjadi positif, tersebab per 30 September 2026, ekuitas perseroan masih minus Rp36,54 miliar.
Selain itu, private placement untuk memperbaiki modal kerja bersih, menurunkan rasio liabilitas terhadap aset ke bawah 80 persen, menyediakan modal kerja bagi perseroan, dan entitas anak dalam pengembangan usaha, sehingga dapat kembali memperoleh akses pendanaan dengan biaya wajar, dan meningkatkan nilai bagi seluruh pemegang saham.
Perbaikan Posisi Keuangan
Private placement dipilih karena kebutuhan utama perseroan kepastian masuknya modal tunai dalam waktu singkat untuk memulihkan ekuitas negatif, modal kerja bersih negatif, dan rasio liabilitas terhadap aset 121,3 persen, serta memenuhi ketentuan Bursa Efek Indonesia untuk pencabutan suspensi efek perseroan.
Private placement untuk tujuan selain perbaikan posisi keuangan dibatasi paling banyak 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor yaitu 65 juta saham, jauh di bawah kebutuhan perseroan. Sementara itu, dana hasil private placement akan digunakan untuk kepentingan perseroan yaitu sebagai berikut.
Sekitar Rp33,55 miliar atau sekitar 26,8 persen untuk pelunasan utang sesuai saldo terutang per 30 September 2026 (kecuali pinjaman Charli Handaka yang ditarik setelah tanggal tersebut), terdiri atas sebagian utang lain-lain kepada pemegang saham lama perseroan Rp6,37 miliar dari saldo Rp20,19 miliar.
Penyertaan Modal TSIM
Lalu, utang lain-lain kepada PT Era Prima Utama Rp12,17 miliar, pinjaman untuk kebutuhan operasional dari PT Graha Inti Guna Persada Rp1,09 miliar, utang usaha kepada pihak berelasi Rp8,01 miliar, yaitu kepada Surya Perkasa Sentosa Rp7,95 miliar, Inprase Utama Mandiri Rp45,36 juta, dan Barisan Nusantara Sentosa Rp18,56 juta.
Kemudian, pokok pinjaman dari Charli Handaka untuk pengambilalihan saham TSIM Rp5,8 miliar beserta bunga 10 persen per tahun sampai dengan tanggal pelunasan (sekitar Rp81 juta apabila dilunasi pada 20 November 2026), sehingga seluruhnya Rp5,88 miliar, dalam memperbaiki modal kerja bersih, rasio likuiditas, dan menurunkan liabilitas kepada pihak terafiliasi, dan Sekitar Rp91,45 miliar atau 73,2 persen untuk penyertaan modal kepada TSIM.
Related News
Dua Emiten Mau Rights Issue Digelandang Masuk Papan FCA, Ada Apa?
Emiten Unggas (AYAM) Berbalik Laba, Kantongi Rp17,58 Miliar di Q3 2026
Rapor KIJA hingga September 2026, Catat Pendapatan Tumbuh 16%
Andalan Artha Primanusa (ANDA) Gelar IPO 1,67 Miliar Saham Rp158–Rp189
ISSP Siapkan Dana Rp150 Miliar untuk Buyback
Kinerja Apik, Grup Sinarmas ini Royal Guyur Dividen, Yield 7,71 Persen





