EmitenNews.com - PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mencatat capaian konkret dalam mengimplementasikan prinsip keberlanjutan melalui program pengelolaan limbah elektronik (e-waste) “erafone Jaga Bumi” yang berhasil mendaur ulang 3.911 unit perangkat elektronik.

Inisiatif tersebut berkontribusi terhadap pengurangan emisi hingga 437 ton CO2e per tahun serta penghematan energi mencapai 301.261 kWh, sekaligus menjadi salah satu sorotan utama dalam Laporan Keberlanjutan perdana yang dirilis perseroan.

Dalam laporan tersebut, Erajaya menegaskan komitmennya terhadap penerapan prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) secara lebih terstruktur dan transparan kepada para pemangku kepentingan.

Deputy Group CEO Erajaya, Hasan Aula, mengatakan publikasi laporan keberlanjutan ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam membangun komunikasi yang lebih terbuka sekaligus memperkuat akuntabilitas.

“Keberlanjutan bukan sekadar inisiatif, tetapi arah strategis yang akan membentuk masa depan bisnis, dengan setiap langkah dirancang untuk memberikan dampak nyata,” ujar Hasan dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (1/5/2026).

Sejak 2022, Erajaya mulai mengembangkan pendekatan ESG yang lebih terarah, termasuk melalui penyempurnaan metode perhitungan emisi gas rumah kaca (GRK) Scope 1, 2, dan 3 yang disesuaikan dengan perkembangan bisnis.

Selain pengelolaan limbah elektronik, perseroan juga menjalankan berbagai program konservasi lingkungan sebagai upaya pengimbangan emisi karbon.

Program tersebut mencakup penanaman dan perawatan pohon di Rumpin, Bogor dan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Bandung. Hingga kini, sebanyak 7.486 pohon telah ditanam dan dirawat di area seluas 16 hektare.

Di sisi sosial, Erajaya juga memperkuat investasi pada pengembangan sumber daya manusia melalui Erajaya Corporate University serta program kerja sama vokasi di bidang ritel dan pemasaran.

Sementara dari sisi tata kelola, perseroan memastikan praktik bisnis dijalankan secara transparan dan sesuai dengan regulasi yang berlaku sebagai fondasi utama keberlanjutan.