EmitenNews.com - ESSA Industries Indonesia (ESSA) memutuskan pembagian dividen tunai Rp895,8 miliar. Alokasi dividen itu, diambil 125,59 persen dari tabulasi laba bersih tahun buku 2025. Ya, tahun lalu ESSA mengemas laba bersih senilai USD40,29 juta setara Rp713,15 miliar dengan asumsi kurs Rp17.700 per dolar Amerika Serikat (USD).

Lalu, sisanya sekitar Rp182,65 miliar alias USD10,16 juta diambil dari sebagian saldo laba ditahan edisi 2025. Dengan demikian, para investor akan mendapat jatah dividen Rp52 per lembar. Berdasar data penutupan perdagangan saham perseroan edisi Senin, 22 Juni 2026 di level Rp645, maka ESSA menawarkan dividend yield 8,06 persen.

Rencana pembagian dividen periode tahun buku 2025 sesuai hasil rapat umum pemegang saham tahunan pada 18 Juni 2026 dengan rincian jadwal sebagai berikut. Cum dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 26 Juni 2026. Ex dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 29 Juni 2026.

Cum dividen pasar tunai pada 30 Juni 2026. Ex dividen pasar tunai pada 1 Juli 2026. Daftar pemegang saham berhak dividen alias recording date pada 30 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. Pembayaran dividen pada 15 Juli 2026.

Kebijakan pembagian dividen itu, berdasar data keuangan per 31 Desember 2025. Ya, sepanjang 2025, ESSA mengemas laba bersih USD40,29 juta. Saldo laba ditahan dengan alokasi penggunaan tidak dibatasi USD10,16 juta. Dan, total ekuitas USD583,64 juta.

Keputusan itu, mencerminkan komitmen ESSA untuk menjaga keseimbangan antara pengembangan bisnis jangka panjang, dan pengembalian nilai kepada pemegang saham. Sekaligus menegaskan komitmen dalam memberi nilai tambah kepada pemegang saham melalui pembagian dividen selama lima tahun berturut-turut. (*)