EmitenNews.com - PT Fore Kopi Indonesia (FORE) berencana menambah 100 gerai Fore Cofee pada tahun 2026 dengan capex sebesar Rp250 miliar. Jumlah tersebut nantinya akan dialokasikan untuk Fore Coffee dan Donut dengan masing-masing senilai Rp200 miliar dan Rp50 miliar.

Direktur FORE, Vico Lomar juga menyampaikan optimistisme untuk tahun 2026 dengan menargetkan pertumbuhan top line naik 50 persen dan net profit meningkat 70 persen.

Kendati demikian, Vico mengatakan saat ini FORE belum berencana membagikan dividen kepada para pemegang saham.

Di sisi lain, FORE juga telah mengantisipasi kenaikan harga bahan baku imbas konflik yang terjadi di Timur Tengah, khususnya pada kenaikan plastik.

“Namun, sejauh ini tidak ada rencana kenaikan harga Fore coffee, tapi kami akan terus memantau,” ujar Vico dalam Public Expose secara daring, Senin (11/5/2026).

Kinerja Positif FORE

Sepanjang kuartal I 2026, FORE mencatatkan pendapatan impresif sebesar Rp444,4 miliar, melonjak 52,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan pertumbuhan itu, laba bruto meningkat menjadi Rp273,6 miliar dengan margin laba bruto terjaga di level 61,6 persen. Dari sisi profitabilitas, EBITDA tumbuh 66,7 persen secara tahunan menjadi Rp81,1 miliar. Laba usaha juga naik 72,5 persen menjadi Rp16,2 miliar.

Sementara itu, laba bersih tercatat sebesar Rp9,4 miliar, meningkat 60,5 persen dibandingkan kuartal I 2025. Margin laba bersih turut membaik menjadi 2,1 persen.

Kinerja tersebut ditopang oleh ekspansi gerai yang terus berlanjut. Hingga akhir Maret 2026, FORE mengoperasikan 335 outlet, meningkat 36,2 persen secara tahunan.