EmitenNews.com - Emiten sawit milik Peter Sondakh, PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT), membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp361,72 miliar sepanjang tahun buku (full year) 2025, melesat 39,01 persen secara year on year (yoy) dibandingkan Rp260,21 miliar pada 2024.

Lonjakan laba ditopang pertumbuhan pendapatan yang menanjak 33,95 persen yoy menjadi Rp5,76 triliun dari Rp4,30 triliun. Kenaikan ini sejalan dengan peningkatan volume penjualan sebesar 15 persen serta membaiknya harga jual rata-rata crude palm oil (CPO) dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam laporan keuangan tahun BWPT per 31 Desember 2025 itu bila menengok sisi biaya, beban pokok pendapatan BWPT sejatinya meningkat setinggi 39 persen yoy menjadi Rp4,17 triliun dari Rp3,00 triliun. Namun, laba kotor masih kokoh menguat 27,20 persen yoy menjadi Rp1,59 triliun dari Rp1,25 triliun.

Kinerja positif turut tecermin pada laba per saham dasar (EPS) yang naik 39 persen yoy menjadi Rp11,62 per 31 Desember 2025 dibandingkan Rp8,36 per saham pada 2024.

Adapun, sisi neraca, total aset emiten sawit ini tumbuh 3,88 persen yoy menjadi sekitar Rp10,17 triliun dari Rp9,79 triliun. Liabilitas relatif stagnan, di Rp7,34 triliun. Sementara ekuitas melonjak 15,10 persen yoy menjadi Rp2,82 triliun dari Rp2,45 triliun.

Beriringan dengan terbitnya pembukuan keuangan tahun penuh 2025 ini, pada perdagangan Jumat (27/2/2026), saham BWPT ditutup stagnan di Rp136.