Gagal Bertahan di 6.100, IHSG Menukik di Jumat Pagi (17/7)
:
0
Main Hall Bursa Efek Indonesia. Foto: EmitenNews.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah dan gagal bertahan di level psikologis 6.100 pada perdagangan Jumat pagi, 17 Juli 2026.
Berdasarkan data RTI Business pukul 09.16 WIB, IHSG turun 24,568 poin atau 0,40% ke level 6.083,640.
Indeks sempat dibuka menguat di 6.112,842 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.119,640. Namun tekanan jual membuat IHSG langsung merosot dan menyentuh level terendah 6.081,643 di awal sesi.
Pelemahan IHSG pagi ini berbanding terbalik dengan penutupan kemarin di 6.108,2. Pelemahan juga dibayangi oleh dominasi saham yang turun. Terdapat sebanyak 265 saham melemah, 203 saham menguat, dan 233 saham stagnan.
Nilai transaksi hingga pukul 09.16 WIB tercatat Rp1,987 triliun dengan volume 4,061 miliar saham dan frekuensi 325.391 kali. Kapitalisasi pasar berada di Rp10.642,354 triliun.
Kemarin, IHSG sempat menguat 1,1% ke 6.108,2 ditopang reli saham otomotif dan perbankan. ASII naik 5,2%, BMRI +6,2%, dan BBCA +1,6%. Kenaikan ASII bahkan sudah 12,8% MTD ditopang rencana buyback Rp8 triliun dan katalis GIIAS 2026.
Namun, hari ini sentimen berbalik. Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto menilai tantangan utama pasar saat ini adalah kombinasi Rupiah yang melemah, suku bunga yang berada di level relatif tinggi, dan kebijakan fiskal yang cenderung ketat.
Menurut kami, tantangan utama saat ini adalah kombinasi Rupiah yang melemah, suku bunga yang berada di level relatif tinggi, dan kebijakan fiskal yang cenderung ketat," tulis Rully dalam risetnya.
Dari sisi teknikal, Muhammad Nafan Aji, analis Mirae Asset, memproyeksikan IHSG masih dalam fase bulls regain control of the market. Support di 6.012 & 5.857 dan sementara uji Resistance di level 6.137 & 6.261
Artinya jika gagal bertahan di atas 6.100, IHSG berpotensi menguji support terdekat di 6.012.
Related News
Komunitas Investasi: Membangun Literasi atau Menggiring Opini Pasar?
Respons BEI atas Evaluasi S&P DJI: Reformasi Nyata atau Sekadar Janji?
Risiko Terselubung Bali sebagai Pusat Keuangan Internasional Indonesia
MSCI Aman, Kepercayaan Masih Diuji
Saham Berkonsentrasi Tinggi: Instrumen Perlindungan atau Stigma Pasar?
3 dari 5 Anak Palsukan Usia untuk Akses Medsos, Tantangan PP TUNAS





