Garuda Indonesia (GIAA) Klaim Restrukturisasi Utang Banjir Dukungan Lessor, Cek Detailnya
:
0
EmitenNews.com - PT Garuda Indonesia (GIAA) tengah menjalin komunikasi intensif dengan para lessor. Itu penting untuk negosiasi restrukturisasi utang. Sejauh ini, negosiasi telah menghasilkan progres positif.
Di mana, Garuda Indonesia mendapat dukungan dari sejumlah lessor. Emiten aviasi pelat merah itu, terus berupaya untuk mencapai kesepakatan restrukturisasi dengan sebanyak mungkin Lessor. ”Dengan begitu, proses homologasi atau perdamaian PKPU berjalan sesuai ekspektasi,” tutur Irfan Setiaputra, Direktur Utama Garuda Indonesia, Jumat (28/1).
Saat ini diskusi, dan negosiasi masih terus berjalan dengan para Lessor. Sejumlah Lessor telah menyatakan dukungan atas skema restrukturisasi dalam proposal perdamaian yang ditawarkan perseroan. ”Sejauh ini, diskusi dan komunikasi dengan para Lessor berjalan baik dan kondusif. Perseroan akan berusaha terbaik untuk mengoptimalkan kesepakatan restrukturisasi atau proposal perdamaian dengan para Lessor,” tegas Irfan.
Garuda Indonesia sebut Irfan, mengoptimalkan seluruh saluran komunikasi, termasuk mengupayakan diskusi bilateral dengan masing-masing Lessor maupun dengan kelompok Lessor. Itu dilakukan untuk menyepakati skema restrukturisasi yang nanti menjadi dasar proses homologasi PKPU.
Sebelumnya, PKPU Garuda Indonesia diperpanjang 60 hari. Itu dilatari untuk memberi waktu, kesempatan bagi seluruh pemangku kepentingan menuntaskan proses verifikasi data, dan tagihan. Sekaligus memberi waktu bagi perseroan untuk menyiapkan rencana perdamaian lebih matang melalui negosiasi makin intens, dan konstruktif dengan para kreditur. (*)
Related News
Saham Jeblok 70 Persen Digembok, Usai Buka Lagi Langsung Ngacir ARA
Manuver Emiten Prajogo Pangestu di Grup Prodia (PRDA) Jelang IPO PRDL
Rayakan HUT Ke-72, Phapros Beber Transformasi Industri Hijau Lewat Ini
IPO JEC Eye Hospitals (JECX) Gaet Trimegah (LG) Bidik Dana Rp683,18M
IHSG Awal Pekan Dibuka Volatil, Naik Tipis 0,35 Persen
SOCI Jajakan Sukuk Ijarah Rp500 Miliar, Telisik ini Alokasi Terbesar





