EmitenNews.com - Goldman Sachs merilis perkiraan baru yang memproyeksikan bahwa pengeluaran modal AI gabungan dari Meta, Microsoft, Amazon, dan Alphabet antara tahun 2025 dan 2030 akan mencapai $5,3 triliun. Angka tersebut melebihi PDB sejumlah negara, termasuk Jepang dan akan menempati peringkat ekonomi terbesar keempat di dunia jika diperlakukan sebagai entitas yang berdiri sendiri.

Seperti dilansir BigGo Finance, pada tahun 2026 saja pengeluaran keempat perusahaan raksasa teknologi AS tersebut diperkirakan akan mencapai $725 miliar. Namun, Bank of America dengan lebih berhati-hati memperingatkan bahwa perusahaan-perusahaan ini beralih dari model yang minim aset ke struktur yang padat modal, menekan pembelian kembali saham dan membebani arus kas bebas.


Ketua TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company) CC Wei menyatakan keyakinan yang kuat pada rapat pemegang saham perusahaan, bahwa kapasitas produksi masih jauh dari cukup dan pengeluaran modal belum mencapai puncaknya. Wei bahkan mendesak para pemegang saham untuk "terus membeli saham."
Namun, ia mengakui bahwa peralatan High-NA EUV terlalu mahal untuk produksi massal pada tahap ini.

CEO Goldman Sachs secara terpisah mengamati bahwa pasar telah memasuki "mode keserakahan," yang memicu perdebatan tentang apakah valuasi mengalami overheating.(*)