Green Power (LABA) & Investor Asing Beberkan Akuisisi KRYA
Manajemen LABA ketika mencatatkan sahamnya di BEI.
EmitenNews.com - PT Green Power Group Tbk (LABA) emiten yang bergerak di bidang perdagangan dan produksi baja serta produk turunannya, mengungkapkan perkembangan terbaru terkait rencana pembelian saham PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA).
Aksi korporasi ini dilakukan bersama mitra strategis asal luar negeri, Rich Step International Ltd (RSIL).
Direktur Utama PT Green Power Group Tbk, An Shaohong, menyampaikan bahwa tahapan uji tuntas (due diligence) resmi dimulai pada 6 Juli 2025. Kegiatan ini ditandai dengan kunjungan langsung dari Managing Director RSIL, Mr. William Teng, serta perwakilan Green Power Group, Mr. William Ong.
“Proses ini merupakan tindak lanjut dari keterbukaan informasi yang sebelumnya telah disampaikan oleh BKPJ kepada publik pada 7 Juli 2025,” ujar An Shaohong melalui keterangan resmi, Senin (8/7/2025).
Lebih lanjut, Green Power Group menekankan bahwa rencana akuisisi ini adalah bagian dari strategi ekspansi global RSIL. Langkah ini bertujuan memperkuat sinergi bisnis, termasuk pengembangan portofolio usaha di sektor perdagangan, investasi dalam anak perusahaan, serta lini bisnis kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang tengah berkembang pesat secara global.
Hingga saat ini, Green Power Group menegaskan bahwa belum terdapat dampak signifikan terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan. Hal ini dikarenakan proses masih berada dalam tahap uji tuntas yang dilakukan oleh pihak RSIL terhadap BKPJ.
Pada perdagangan hari ini Senin (7/7) saham LABA melesat Rp36 atau naik 15 % menjadi Rp270 per saham.
sedangkan saham KRYA stagnan berada di level Rp278 per lembar saham.
Related News
Bank Mandiri Cuan Laba Rp56,3T di 2025, Kredit Tembus Rp1.895T
PIPA Klarifikasi Kasus IPO, Tak Berdampak ke Kinerja dan Operasional
Dua Bos Emiten Hapsoro (RAJA) Akumulasi Saham Senilai Rp3,5 Miliar
Penuhi Remisi dan Free Float, Saham MYTX Dibuka Usai Terkunci Setahun!
MDKA Amankan Pembayaran Obligasi Jatuh Tempo 2 Maret
LPPF Tambah Ribuan Investor di Januari 2026, Free Float 46 Persen





