Grup Bakrie (DEWA) Tunggu Restu OJK Gelar Private Placement Rp913M
:
0
Salah satu proyek tambang yang digarap DEWA
EmitenNews.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum juga memberi lampu hijau Darma Henwa Tbk ( DEWA) untuk melakukan Penambahan Modal Tak Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.
Padahal emiten jasa pertambangan grup Bakrie itu telah menyampaikan rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan agenda persetujuan private placement pada akhir tahun 2023.
Direktur DEWA, Ahmad Hilyadi mengatakan terus melakukan komunikasi dengan OJK untuk pernyataan efektif untuk mengelar RUPSLB persetujuan private placement pada kuartal I 2025.
“Doa kan saja bisa berjalan lancar tahun depan,” harap dia dalam paparan publik secara daring Kamis(5/12/2024).
RUPSLB tersebut sebagai syarat untuk membayar utang usaha senilai Rp554,48 miliar kepada Madhani Talatah Nusantara dengan menukar sebanyak 11.089.615.520 saham seri B perseroan.
Pada saat yang sama, emiten kontraktor tambang grup Bakrie ini juga akan melunasi utang senilai Rp358,92 miliar kepada PT Andhesti Tungkas Pratama dengan sebanyak 7.178.500.000 lembar saham.
Caranya, DEWA akan melaksanakan aksi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement dengan menerbitkan sebanyak 18.268.115.520 saham seri B dengan harga pelaksanaan Rp50 per helai.
“Pemberi Pinjaman telah menyetujui untuk menerima penyelesaian atas kewajiban Perseroan tersebut dengan menerima saham seri B yang memiliki nilai nominal Rp.50 per saham dalam Rencana Transaksi dengan jumlah saham setara dengan nilai ekuivalen pinjaman dalam mata uang Rupiah dibagi dengan harga pelaksanaan dalam Rencana Transaksi,” tulis manajemen DEWA, Senin (6/11/2023).
Dampaknya, total ekuitas Perseroan per 30 Juni 2023 berubah dari sebesar Rp.3.233.958.904.951 menjadi sebesar Rp.4.147.364.680.963.
Dengan peningkatan ekuitas Perseroan, rasio kewajiban terhadap ekuitas (debt-to-equity ratio – DER) Perseroan akan membaik, dimana DER per 30 Juni 2023 yang sebelumnya 1,56x menjadi 1,00x.
Related News
Target BSI (BRIS) Naik Kelas ke KBMI 4, Kejar Modal Inti di Atas Rp70T
Dua Anggota Keluarga Tanoesoedibjo Tinggalkan Kursi Komisaris BHIT
BUMI Ungkap Nasib Tambang Emas, Begini Lengkapnya
PRDL IPO dengan Valuasi Kompetitif, Fokus Ekspansi Alat Diagnostik
IPO Grup Djarum (BACH) di Rp442/Saham, Mundur Sehari & Tambah UW Baru
Pacu Ekspansi Regional, MAPA Akuisisi Sports Direct Malaysia Rp2,5T





