EmitenNews.com - Abadi Nusantara (PACK) langsung tancap gas. Menggeber ekspansi jumbo USD93,14 juta setara Rp1,63 triliun. Itu dengan kurs tengah Bank Indonesia Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (USD). Dana taktis itu merupakan perpetual loan alias pinjaman abadi dari Eco Energi Persada (EEP). 

Transaksi guyuran pinjaman abadi tersebut telah diteken pada 14 Mei 2026. EEP merupakan pemegang saham pengendali perseroan. Selanjutnya, dana dari perpetual loan itu, akan digunakan untuk mengakuisisi 14,625 persen saham Karyatama Konawe Utara (KKU), dan mencaplok 14,625 persen saham Konutara Sejati (KS). 

Dan, rincian transaksi menjadi sebagai berikut. EEP melalui anak usaha yaitu Adhi Prakarsa Raya memborong 117 lembar alias 14,625 persen saham KKU senilai USD42,42 juta dari Wira Perdana Konawe. Transaksi efektif setelah mendapat persetujuan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). 

Kemudian, EEP melalui anak usaha yaitu Sumber Cahaya Raya menjala 117 lembar atau 14,625 persen saham Konutara Sejati dari Wira Perdana Konawe. Transaksi pembelian disepakati senilai USD33,49 juta. Transaksi efektif setelah mendapat restu menteri ESDM.

PACK menilai transaksi merupakan salah satu strategi dalam pengembangan usaha, dan penguatan kinerja bidang perusahaan holding, dengan tetap memperhatikan, dan mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan berlaku, khususnya peraturan bidang pasar modal. 

Setelah transaksi, PACK akan menjadi pemegang saham dengan kepemilikan saham terbesar pada KKU, dan KS. Transaksi itu, akan meningkatan kinerja operasional, sehingga dapat menguntungkan perseroan, pemegang saham, dan masyarakat pemegang saham. Selain itu, PACK akan memperkuat strategi bisnis, dan melakukan investasi secara optimal dengan nilai tambah kepada pemegang saham. 

Haji Isam Masuk

Seiring pergeseran roda bisnis packaging ke bisnis tambang, masuk nama besar investor kakap yakni, H. Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam. Nama beken H Isam langsung menggerakkan saham PACK. Ya, H Isam memborong 6,84 miliar saham PACK pada 13 Mei 2026 dengan harga Rp137 per lembar senilai Rp937 miliar. 

Transaksi itu, membuat kepemilikan saham H Isam melonjak dari nol menjadi 21,12 persen, dan menempatkan sebagai salah pemegang saham baru PACK. “Tujuan transaksi ini untuk investasi dengan kepemilikan saham langsung,” tulis catatan transaksi PACK.

Rupanya, H Isam menampung saham pengendali PACK yaitu Eco Energi Perkasa. Oleh karena itu, timbunan saham PACK dalam genggaman Eco Energi menciut jadi 13,13 miliar helai setara 40,58 persen. Susut 21,12 persen dari periode sebelum transaksi dengan koleksi 19,97 miliar lembar atau 61,70 persen.