Hadapi Mutasi Hantavirus, CHEK Diversifikasi Diagnostik Zoonotik
:
0
ilustrasi hantavirus. DOK/KEMANKES
EmitenNews.com -Dunia kembali dalam kewaspadaan tinggi. Direktur Jenderal World Health Organization (WHO), Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengonfirmasi pengerahan ribuan kit diagnostik dan pakar ke lokasi wabah yang terkait dengan kejadian infeksi di dalam kapal pesiar, dimana terindikasi terkena infeksi hantavirus, yang berpotensi telah mengalami mutasi menjad Andes virus, sehingga dapat meningkatkan kecepatan transmisi dan tingkat fatalitas yang dapat lebih cepat serta dapat menular dari manusia ke sesama manusia.
Di Indonesia, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengonfirmasi bahwa kasus saat ini masih terlokalisasi di area kapal pesiar. Meski demikian, pemerintah tidak mengambil risiko. Fokus utama saat ini adalah surveilans ketat dan penyiapan panduan skrining menyeluruh, mulai dari rapid test hingga pemeriksaan berbasis PCR yang sangat sensitif.
Hantavirus yang bermutasi bukan lagi sekadar ancaman kesehatan biasa. Infeksi ini mampu menyerang secara agresif dan menyebabkan komplikasi sistemik dalam waktu singkat. Menghadapi ancaman virus yang terus berevolusi, kecepatan dan akurasi deteksi adalah kunci utama penanggulangannya.
PT Diastika Biotekindo Tbk (CHEK) hadir dengan ekosistem platform yang komprehensif untuk mendeteksi ancaman ini dari berbagai lini pemeriksaan penunjang seperti Molecular & PCR: Memastikan keberadaan material genetik virus dalam darah, bahkan pada konsentrasi rendah akibat mutasi. Genomic Sequencing: Melakukan pemetaan genetik untuk memantau pergeseran strain virus secara presisi. Immunoassay & Serologi: Mendeteksi antigen dan respon imun tubuh secara cepat.
Direktur Utama CHEK, F.X Yoshua R, menegaskan bahwa kami tidak sekadar menyediakan alat, melainkan solusi ketahanan kesehatan nasional. "Perseroan berkomitmen menghadirkan produk precision medicine berteknologi terkini yang terintegrasi dan siap melakukan ekspansi secara besar-besaran melalui kategori produk zoonotik, dimana saat ini kami sedang melakukan pembicaraan intens dengan beberapa produk atau brand-brand besar dunia untuk kerjasama mendatangkan alat kesehatan untuk pemeriksaan Hantavirus di Indonesia. Kami menciptakan nilai berkelanjutan melalui kesiapan deteksi yang mampu menyelamatkan nyawa masyarakat Indonesia," ujarnya.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada namun tenang. Dengan dukungan teknologi diagnostik dari kategori Molecular hingga Genomic yang dimiliki CHEK, ekosistem kesehatan di Indonesia kini jauh lebih siap untuk melakukan deteksi dini terhadap berbagai mutasi virus dan bakteri berbahaya sebelum menjadi wabah yang tak terkendali.
Related News
Warga Penuhi SPBU Antre BBM Usai Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Palu
Temui PM Wong, Pramono Buka Ruang Investasi Singapura di Jakarta
Bahlil Sebut Rp22,4T Anggaran ESDM 2027 untuk Rakyat, Ini Prioritasnya
Global Bond Perdana Diborong AS, Danantara Pede Bidik Tenor 30 Tahun
BUMN Perkebunan Ini Belajar Ternak Ayam Untuk Pasok MBG
Terjadi Jual Beli Audit BPK, ICW Beberkan Bukti Sejak Kasus Achsanul





