Harga Avtur Melonjak, Tarif Tiket Pesawat Domestik Terancam
:
0
Maskapai penerbangan domestik. (Foto: A Yani International Airport)
EmitenNews.com - Lonjakan harga bahan bakar jet (avtur) akibat konflik geopolitik di Timur Tengah mengancam operasional industri penerbangan global. Maskapai berbiaya murah Eropa, Ryanair, memperingatkan bahwa kenaikan biaya energi berpotensi memicu lonjakan tarif penerbangan hingga risiko kebangkrutan bagi sejumlah maskapai.
Untuk mengantisipasi lonjakan biaya operasional, Ryanair mengambil langkah darurat dengan memangkas target penumpang tahun ini dari 216 juta menjadi 214 juta orang.
Berdasarkan laporan oil.org pada Kamis (3/9/2026), Ryanair telah mengamankan kontrak harga tetap (hedging) untuk 80 persen kebutuhan avtur setahun ke depan. Manajemen memilih mengurangi frekuensi penerbangan demi membatasi pembelian bahan bakar pada harga pasar yang meroket akibat ancaman penutupan Selat Hormuz.
"Jika harga minyak yang tinggi terus berlanjut, Ryanair yakin tarif penerbangan akan meningkat secara signifikan untuk mencerminkan harga minyak yang lebih tinggi," tulis pernyataan resmi manajemen Ryanair.
Dampak lonjakan harga minyak global tersebut tecermin dari kenaikan biaya avtur non-kontrak Ryanair yang melonjak lebih dari dua kali lipat mencapai USD150 per barel. Kondisi ini membengkakkan biaya operasional perusahaan hingga 11 persen menjadi 3,8 miliar euro dan memangkas laba sebelum pajak sebesar 36 persen menjadi 593 juta euro.
Tekanan biaya bahan bakar ini juga menekan kinerja finansial maskapai Eropa lainnya seperti Tui dan Easyjet.
Kenaikan harga avtur global ini memberikan implikasi langsung terhadap industri penerbangan domestik Indonesia. Mengingat komponen bahan bakar menyumbang sekitar 35 hingga 40 persen dari total biaya operasional penerbangan, lonjakan harga avtur berpotensi membengkakkan beban operasional maskapai nasional seperti Garuda Indonesia dan Lion Air Group.
Kondisi ini berisiko mendorong penyesuaian tarif batas atas (fuel surcharge) tiket pesawat domestik serta menaikkan harga tiket jalur internasional.(*)
Related News
Bursa Pagi Membara 0,56 Persen di 6.632, IHSG Uji Resistance 6.635
Pasar Menggeliat, Bungkus Saham-saham Berikut
IHSG Tertekan, Pemodal Eksodus dari Emerging Market
IHSG Masih Berpotensi Menguat Lagi, Ini Proyeksinya
Ajaib Belum Ada Rencana IPO, Intip Alasannya
IHSG Melemah Tipis Tinggalkan 6.600, Saham Big Banks Paling Diburu





