EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu, 2 September 2026 ditutup balik arah melemah tipis 4,16 poin atau 0,06% ke level 6.595,77. Indeks komposit sebelumnya dibuka langsung menguat ke 6.625,39 pada perdagangan pagi dan sempat tembus level tertinggi intraday 6.629,54.

Pelemahan indeks dipicu penurunan harga 321 saham, lebih banyak dibanding saham yang menguat 282 saham. Sementara, 186 saham lainnya stagnan.

Aktivitas perdagangan ramai melibatkan 63,76 miliar saham dengan frekuensi 2,45 juta kali, dan total nilai transaksi Rp16,77 triliun.

Di tengah pelemahan tipis indeks, saham-saham perbankan berkapitalisasi pasar jumbo (big banks) kompat menguat. Dipimpin Bank Central Asia (BBCA) yang naik 1,14% ke Rp6.675, disusul Bank Mandiri (BMRI) naik 0,93% ke Rp4.360, Bank Negara Indonesia (BBNI) naik 0,78% ke Rp3.900, dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menguat 0,3% ke Rp3.390 per saham.

BBCA sekaligus menjadi saham dengan transaksi tertinggi (top value) yaitu Rp723,1 miliar, kemudian BBRI senilai Rp721,1 miliar, BMRI sebesar Rp610,5 miliar.

Di jajaran 45 saham paling likuid, Essa Industries (ESSA) mencatat kenaikan tertinggi (top gainer) sebesar 2,88% ke Rp715, bersama Bukit Asam (PTBA) yang menguat 1,87% ke Rp2.720, dan BBCA yang naik 1,14%.

Sementara, saham-saham LQ45 berkinerja terburuk hari ini dipimpin Alamtri Minerals (ADMR) anjlok 5,34% ke Rp1.595, Alamtri Resources (ADRO) turun 4,68% ke Rp2.650, dan Vale Indonesia (INCO) melemah 4,55% ke Rp4.820.

Sebagai informasi, IHSG berada di zona merah seiring dengan pelemahan pada beberapa indeks utama di kawasan Asia. Nikkei 225 Tokyo turun 2,85%, Hang Seng Hong Kong melemah 0,07%, Shanghai Composite turun 0,97%. Straits Times Singapura menguat sendirian 0,59%.