Harga Minyak Dekati USD118, OPEC+ Sepakat Pertahankan Produksi
:
0
Ilustrasi: Kaohoon International
EmitenNews.com - Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya atau OPEC+ mencapai kesepakatan awal untuk mempertahankan target produksi minyak mentah bulan Desember seperti semula. Keputusan tersebut diagendakan untuk disahkan secara resmi dalam pertemuan daring tujuh negara anggota inti kelompok tersebut pada hari Minggu.
Seperti dilansir Biggo Finance hari ini, tujuh negara yang terlibat, yakni Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, dan Oman, diharapkan segera meratifikasi kesepakatan yang akan memperpanjang kebijakan pasokan saat ini hingga akhir tahun. Langkah ini diambil di tengah upaya produsen Teluk memulihkan pengiriman yang terganggu akibat perang dengan Iran.
Meskipun kuota dipertahankan, sebagian besar negara anggota masih memompa minyak jauh di bawah tingkat yang ditetapkan. Kondisi tersebut membuat target resmi melampaui jumlah pasokan minyak mentah yang sebenarnya mencapai pasar dunia.
Keputusan mempertahankan target produksi ini merespons dinamika harga energi global. Harga minyak mentah patokan global Brent naik di atas USD113 per barel pada perdagangan Jumat, mencatatkan kenaikan hampir 11 persen dalam sebulan terakhir. Kontrak berjangka bulan Desember ditutup pada posisi USD117,64 setelah sempat menyentuh USD118 pada sesi perdagangan, sementara minyak mentah West Texas Intermediate Amerika Serikat naik ke level USD104,12 per barel.
Di sisi hilir, biaya bahan bakar eceran di Amerika Serikat berdasarkan data American Automobile Association tercatat tinggi secara historis. Harga rata-rata bensin biasa berada di posisi USD4,18 per galon, sedangkan harga solar tercatat sebesar USD6,31 per galon.
Bagi para pedagang dan pelaku pasar, kebijakan mempertahankan target Desember berarti tidak ada tambahan pasokan barel baru dari aliansi OPEC+ sebelum bulan Januari. Pasar internasional harus menyerap gangguan pasokan terkait konflik Iran secara mandiri.
Langkah penahanan produksi ini juga menjadi bagian dari persiapan kelompok produsen dalam merampungkan tinjauan kapasitas anggota sebelum membahas angka dasar kuota untuk tahun 2027. Hingga tinjauan tersebut selesai, kebijakan pembekuan pasokan saat ini efektif menunda keputusan besar berikutnya hingga tahun depan.(*)
Related News
Harga Minyak Melambung, Laba Chevron Melesat Tiga Kali Lipat
Di Luar Dugaan, PMI Manufaktur & Jasa China Anjlok
Sokong PLTS 100 GWp, Kemnaker Sertifikasi 60 Asesor
Pajak Digital Tembus Rp58,75 Triliun, PMSE Jadi Penyumbang Terbesar
Stok Afrika Melimpah, HR Biji Kakao Drop ke USD 5.613,6
Sawit Anjlok, HR CPO November Dipangkas 6,07 Persen





