Stok Afrika Melimpah, HR Biji Kakao Drop ke USD 5.613,6
:
0
Foto: The Conversation
EmitenNews.com - Harga Referensi (HR) biji kakao untuk periode November 2026 ditetapkan sebesar USD 5.613,60 per metrik ton (MT). Nilai tersebut merosot tajam USD 444,27 atau 7,33 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Penurunan HR tersebut berdampak langsung pada Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao periode November 2026 yang turun menjadi USD 5.242 per MT, terkoreksi USD 444 atau 7,81 persen. Atas penetapan ini, pemerintah mematok tarif Bea Keluar (BK) dan Pungutan Ekspor (PE) biji kakao masing-masing sebesar 7,5 persen.
“HPE dan HR dihitung dengan memperhatikan kondisi pasar, perkembangan biaya logistik internasional, serta dinamika perdagangan dunia. Terjadi peningkatan stok biji kakao akibat masa panen di negara produksi utama biji kakao, yaitu Afrika Barat, memicu penurunan HR dan HPE biji kakao periode November 2026,” jelas Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Tommy Andana di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Penetapan BK biji kakao merujuk pada PMK Nomor 38 Tahun 2024 jo. PMK Nomor 68 Tahun 2025, sementara PE biji kakao merujuk pada PMK Nomor 69 Tahun 2025 jo. PMK Nomor 9 Tahun 2026.
Di sisi lain, dinamika ekspor sektor kehutanan Indonesia menunjukkan pergerakan bervariasi. HPE getah pinus mengalami kenaikan sebesar USD 3 atau 0,29 persen menjadi USD 1.023 per MT. Kenaikan HPE juga terjadi pada kayu veneer dari hutan alam, kayu lapis untuk kotak kemasan, serta kayu olahan meranti, akasia, dan sengon.
Sebaliknya, penurunan HPE dialami produk kayu veneer hutan tanaman, kayu pecah, serta kayu olahan jenis merbau, eboni, jati, pinus, gmelina, karet, balsa, dan eukaliptus. Sementara itu, HPE produk kulit dan keping kayu (chipwood) dipastikan tidak mengalami perubahan dari periode sebelumnya. seluruh penetapan ini tercantum dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 2064 Tahun 2026.(*)
Related News
Sawit Anjlok, HR CPO November Dipangkas 6,07 Persen
TAF Rilis Obligasi Rp420 Miliar, Fitch Sematkan Peringkat Tertinggi
Investor Ragukan Profit AI, Saham Intel Rontok 28,58%
Antisipasi Krisis Energi, ASEAN Pacu Ratifikasi Pakta APSA
Nasdaq Tambah Jam Perdagangan, MSCI tak Masukan Perhitungan Indeks
Pemerintah Singapura Bantah Tudingan Bahlil Reekspor Impor Gas dari RI





