Harum Energy (HRUM) Bidik Produksi Naik 42,86 Persen Menjadi 5 Juta tOn di 2022
EmitenNews.com — Tahun ini demi mendongkrak kinerjanya, PT Harum Energy Tbk (HRUM) optimistis membidik target produksi di angka 4,5 juta ton sampai 5 juta ton.
Sebagai perbandingan, realisasi produksi batubara HRUM di angka 3,5 juta ton di tahun 2021 silam. Berarti terjadi peningkatan produksi hingga 42,86% untuk tahun ini. Adapun rasio pengupasan atau strip ratio ditargetkan berada di rentang 9,5 kali sampai 10,5 kali.
Dalam keterangan resmi, Senin (6/6) Direktur Utama HRUM, Ray Antonio Gunara, menyebut meskipun curah hujan tinggi terjadi di area pertambangan, HRUM mampu memproduksi 1,0 juta ton batubara dalam tiga bulan pertama tahun 2022. Angka ini 28,3% lebih tinggi dari volume batubara yang diproduksi pada kuartal I-2021, sebesar 0,8 juta ton.
"Kami merencanakan kenaikan produksi dengan memanfaatkan kenaikan harga batubara. Diharapkan Harum Energy bisa memproduksi sekitar 4 juta ton di kuartal berikutnya," terang Ray.
Tahun ini, HRUM merencanakan alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk sebesar US$ 25juta. Sekitar 45% akan digunakan untuk pengembangan bisnis nikel, seperti untuk pembiayaan tambang di PT POS dan anak-anak usaha di bidang pengolahan nikel. Sisanya, akan digunakan untuk bisnis batubara.
Sebagai informasi untuk belanja modal yang sudah direalisasikan sampai 31 Maret 2022 sebesar US$ 1,1 juta. Serapan capex terutama untuk penambahan properti pertambangan di Mahakam Sumber Jaya (MSJ), Tanoto Harum Nikel (THN), dan Karya Usaha Pertiwi (KUP), pemeliharaan kapal tunda dan tongkang, serta pembelian kendaraan. Capex akan lebih banyak diserap pada paruh kedua 2022.
Ray menilai, tidak menutup kemungkinan bagi HRUM untuk masuk ke bisnis energi baru terbarukan (EBT) dalam hal ini adalah kendaraan listrik. Toh, HRUM selama ini juga sudah masuk ke sektor hulu dan mid stream komoditas nikel. Namun tidak menutup ke depan penjajakan bisnis kendaraan listrik sebagai bagian diversifikasi bisnis ke ekosistem yang baru.
Related News
Laba Emiten Jasa Konstruksi NRCA Melonjak 115 Persen Sepanjang 2025
Emiten Furnitur Chitose (CINT) Raih Lonjakan Penjualan dan Laba 2025
TP Rachmat Jual 14,3 Juta Saham ESSA Senilai Rp10,8M, Harga Ikut Drop!
WINS Hentikan Buyback 2 Bulan Lebih Cepat, Ini Alasan Utamanya
RMKE Tutup 2025 dengan Kinerja SolidÂ
Austindo (ANJT) Tunda Laporan Keuangan 2025, Audit Masih Berjalan





