EmitenNews.com - Hingga Februari 2022 PT Acset Indonusa Tbk (ACST) meraih kontrak baru sekitar Rp 10,7 miliar. Raihan tersebut menambah perolehan 4 kontrak baru ACST pada Januari lalu sebesar Rp 2 miliar.

 

Dalam keterangan resmi, Senin (14/3) Sekretaris Perusahaan ACST Mari Cesilia menyebut, dengan demikian total kontrak perseroan hingga akhir Februari adalah sebesar Rp 12,7 miliar. Tambahan kontrak baru Rp 10,7 miliar seluruhnya didapatkan dari proyek bidang pondasi di daerah Batang (Jawa Tengah).

 

Hanya saja, Maria masih enggan membeberkan terkait detil proses tender yang sedang dijalani. Ia hanya bilang, saat ini mayoritas kontrak baru ACST didapatkan dari pihak swasta. Selain itu, terkait target kontrak baru untuk tahun ini juga belum bisa dipublikasikan ACST.

 

Seperti diketahui, sebelumnya ACST juga sudah mendapatkan kontrak baru di daerah Batang pada tahun lalu melalui pengerjaan  share protection  of PLTU Batang. Adapun terkait proyek pengerjaan fondasi, digarap oleh anak usaha perseroan yakni PT Acset Pondasi Indonusa (API).

 

Berdasarkan laporan kinerja ACST sepanjang tahun 2021, sektor infrastruktur berkontribusi sebesar 45% terhadap perolehan kontrak baru 2021, yakni dari pengerjaan Besai Kemu Mini Hydro Power Plant dan BIJB Kertajati underpass.