Hingga Mei Baru 33,72%, Metropolitan Land (MTLA) Tetap Pede Kejar Target Marketing Sales

EmitenNews.com — Meski progres marketing sales selama lima bulan pertama masih berada di bawah target, PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) optimistis bisa mengejar target yang telah ditetapkan di awal tahun.
Menurut Direktur Keuangan MTLA, Olivia Surodjo, marketing sales memang masih di bawah target yang ditetapkan. Hingga Mei 2022, perseroan mencatatkan marketing sales sebesar Rp 607 miliar. Adapun angka ini baru memenuhi 33,72% dari target marketing sales 2022 yang sebesar Rp1,8 Triliun.
"Untuk pencapaian semester I ini memang masih agak slow , tapi di semester II seperti biasanya akan mengalami kenaikan," jelasnya akhir pekan lalu.
Olivia juga menambahkan bahwa di semester II sendiri masih terdapat beberapa tantangan yang perlu dihadapi. Pertama , potensi kenaikan suku bunga. Kedua , inflasi yang mengakibatkan kenaikan harga-harga dan juga bahan baku industri properti.
Kendati begitu, perseroan telah menyiapkan beberapa strategi menyiasati hal tersebut. Dia mengatakan, untuk target tahunan perusahaan akan genjot penjualan terutama melalui proyek residensial. "Kami menyiapkan produk-produk yang fast moving dengan range harga Rp 500 juta - Rp 900 jutaan di Metland Cibitung dan Cileungsi," tambahnya.
Selain itu, perseroan juga akan memasarkan produk baru, yakni The Emerald di Metland Tambun dengan harga mulai Rp 700 jutaan, Cluster Samara di Metland Transyogi Cibubur dengan harga mulai Rp 800 jutaan.
Untuk market di atas Rp 1 miliar MTLA memasarkan Jura B Lite Fase 2 di Metland Menteng dengan harga Rp 1,6 miliar dan Ruko Amethys di Metland Puri dengan harga mulai Rp 2 miliar.
Kemudian, strategi lainnya dengan memberikan kemudahan cara bayar seperti cicilan down payment (DP), installment hingga 36x dan juga tambahan gimmick berupa hadiah langsung maupun free biaya-biaya.
Sebagai informasi, MTLA mengoptimalkan pemanfaatan saluran digital atau digital channel untuk mencapai target pre-sales sebesar Rp1,8 triliun pada 2022. Target pre-sales tersebut terdiri dari penjualan rumah tapak dan apartemen.
Related News

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG