EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan Jumat (4/9/2026) anjlok 31,41 poin atau 0,47% ke level 6.636,47. Indeks komposit sebenarnya menguat saat dibuka di level 6.695,69 namun tak lama langsung berbalik ke zona merah dengan level terendah intraday di 6.636,91.

Tertekannya IHSG hari ini dipicu penurunan harga 363 saham, lebih banyak dibanding yang menguat 256 saham. Sementara, 172 saham lainnya stagnan.

Aktivitas perdagangan ramai melibatkan 35,79 miliar saham dengan frekuensi 2,05 juta kali, dan total nilai transaksi Rp15,03 triliun.

Saham-saham perbankan berkapitalisasi pasar jumbo (big banks) yang menjadi buruan utama dalam beberapa hari terakhir kompak tertekan. Bank Central Asia (BBCA) mencatat penurunan terdalam 1,11% ke Rp6.700, disusul Bank Mandiri (BMRI) melemah 0,90% ke Rp4.420, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) melemah 0,59% ke Rp3.390, dan Bank Negara Indonesia (BBNI) turun 0,51% ke Rp3.940 per saham.

BBCA dan BBRI masuk jajaran top value dengan nilai transaksinya Rp634,2 miliar dan Rp519,4 miliar. Saham transaksi tertinggi di atasnya adalah Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) Rp960,6 miliar harga naik 3,3% ke Rp940, dan Buana Lintas Lautan (BULL) Rp786,6 miliar harga merosot 3,54% ke Rp436 per saham.

Sementara itu, di jajaran 45 saham paling likuid, saham CUAN menjadi pencetak kenaikan tertinggi (top gainer), bersama dengan Bumi Resources (BUMI) yang menguat 1,94% ke Rp210 dan Medco Energi Internasional (MEDC) naik 0,67% ke Rp1.495 per saham.

Di lain sisi, saham-saham LQ45 berkinerja terburuk hari ini dipimpin Elang Mahkota Teknologi (EMTK) anjlok 3,74% ke Rp515, Astra International (ASII) turun 2,97% ke Rp4.900, dan Japfa Comfeed (JPFA) melemah 2,94% ke Rp2.310 per saham.