IHSG Ambles 0,83 Persen di Sesi I, ARTO, TPIA, BFIN Top Losers LQ45

EmitenNews.com -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga penutupan perdagangan sesi I siang hari ini Rabu (14/9) turun 0,83% atau 60,72 poin ke level 7.257,30.
Penurunan IHSG di Sesi I dipicu Sepuluh indeks sektoral yang melemah yakni sektor barang baku turun 1,65%. Sektor teknologi turun 0,95%. Sektor perindustrian turun 0,75%. Sektor barang konsumsi nonprimer turun 0,73%. Sektor keuangan terkoreksi 0,72%. Sektor kesehatan turun 0,71%. Sektor properti dan real estat turun 0,67%. Sektor barang konsumsi primer dan infrastruktur masing-masing turun 0,47%. Sektor transportasi dan logistik turun 0,41%.
Total volume perdagangan saham hingga sesi I siang hari ini mencapai 19,84 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 12,45 triliun. Sebanyak 322 saham melemah, 212 saham yang menguat dan 152 saham stagnan.
Top loser LQ45 hingga sesi I adalah, Bank Jago Tbk (ARTO) -4,66%, Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) -3,16% dan BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) -3,02%. Sedangkan saham top glosers LQ45, Harum Energy Tbk (HRUM) 2,86%, Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) 0,67%, Kalbe Farma Tbk (KLBF) 0,56%.
Saham-saham yang yang mengalami kenaikan harga diantaranya EDGE sebesar Rp925 menjadi Rp20.100 per lembar dan DCII sebesar Rp700 menjadi Rp38.500 per lembar serta MBAP sebesar Rp500 menjadi Rp10.450 per lembar.
Saham-saham yang mengalami penurunan harga diantaranya ARTO sebesar Rp375 menjadi Rp7.675 per lembar dan UNTR sebesar Rp350 menjadi Rp34.000 per lembar serta GGRM sebesar Rp325 menjadi Rp23.625 per lembar.
Saham-saham yang teraktif diperdagangkan diantaranya COAL sebanyak 41.255 kali senilai Rp133,8 miliar kemudian BUMI sebanyak 38.931 kali senilai Rp741 miliar dan OPMS sebanyak 33.963 kali senilai Rp33,9 miliar.
Related News

Defisit Susut, Laba DGIK 2024 Melesat 92 Persen

Jera Tekor, Laba MTMH 2024 Melejit 140 Persen

Kinerja 2024 Kinclong, HUMI Tambah 10 Kapal Anyar

Rugi Bengkak, CSMI 2024 Defisit Rp67,6 MiliarĀ

Laba dan Pendapatan Meroket, Ini Detail Kinerja KIJA 2024

Laba Melambung 138 Persen, GSMF 2024 Defisit Rp972 Miliar