IHSG Ambruk 4 Persen Tinggalkan Level 6.000, LQ45 Nyaris Merah Total
:
0
Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta (Emitennews/Aji).
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Setelah sempat dibuka menguat, indeks mendadak balik arah dan ditutup anjlok 254,36 poin atau 4,11% ke level 5.941,06, sekaligus kembali terperosok di bawah level psikologis 6.000.
Aksi jual berlangsung hampir merata di seluruh sektor. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 692 saham melemah, hanya 69 saham menguat, sementara 54 saham lainnya ditutup stagnan.
IHSG sempat membuka perdagangan di zona hijau pada level 6.207,1. Namun tekanan jual yang terus meningkat sepanjang sesi perdagangan menyeret indeks hingga menyentuh level terendah harian di 5.841,99 sebelum akhirnya ditutup di area 5.900-an.
Aktivitas transaksi terpantau tetap ramai dengan volume perdagangan mencapai 40,11 miliar saham, frekuensi transaksi sebanyak 2,76 juta kali, dan nilai transaksi sebesar Rp25,23 triliun.
Saham Prajogo dan Big Caps Jadi Sorotan
Dari sisi nilai transaksi, saham Grup Barito milik pengusaha Prajogo Pangestu kembali menjadi pusat perhatian pasar. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat nilai transaksi terbesar mencapai Rp2,6 triliun. Namun tingginya aktivitas tersebut dibarengi koreksi tajam harga saham yang ambles 15% ke level Rp1.615 per saham.
Di posisi berikutnya, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan nilai transaksi Rp2 triliun dengan harga terkoreksi 5,1% ke Rp5.525 per saham.
Menariknya, di tengah tekanan pasar yang meluas, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) justru mampu mencatatkan kinerja berbeda. Emiten Grup Sinar Mas tersebut menjadi salah satu sedikit saham yang bertahan di zona hijau dengan lonjakan 12,20% ke Rp690 per saham dan nilai transaksi mencapai Rp1,4 triliun.
Sementara itu, sederet saham berkapitalisasi besar lainnya seperti BBRI, ANTM, BMRI, AMMN, CUAN, BUMI, BRPT, PTRO, ASII, hingga TLKM juga masuk daftar saham dengan transaksi terbesar, namun seluruhnya berakhir di zona merah.
LQ45 Nyaris Merah Total
Related News
CFX Gelar Crypto Conference 2026 Pada 8 Juni di Jakarta
BTN Gandeng Bank Sampah Kurangi Emisi Rumah
IHSG Menjunam 5,68 Persen Imbas Moody’s, Analis Lanjut Soroti Isu Ini
Moody’s, Fitch, S&P Kompak Rilis Rapor Danantara, Ada Fakta Menohok!
Sinergi, Bank BSN dan SMF Perkuat Pembiayaan Hunian Berbasis Syariah
IHSG Makin Gelap, Lanjut Turun 5 Persen Lebih!





