IHSG Anjlok ke 7.129, Waspadai Lanjutan Koreksi
:
0
Potret papan monitor perdagangan bursa di gedung BEI. Foto: EmitenNews/Rifki
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan tren pelemahannya dengan terkoreksi 3,38% ke level 7.129 pada perdagangan Jumat (24/4/2026). Tekanan jual yang tinggi masih mendominasi pergerakan pasar, bahkan secara mingguan IHSG tercatat turun hingga 6,61%.
Secara teknikal, pelemahan ini menandakan bahwa IHSG masih berada dalam fase koreksi lanjutan. Berdasarkan riset MNC Sekuritas, posisi indeks saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave [v] pada skenario utama (label hitam), atau alternatifnya berada di akhir wave [b] dari wave B (label merah).
"Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa IHSG masih rawan mengalami penurunan lebih lanjut dalam jangka pendek. Area koreksi terdekat diperkirakan berada di kisaran 7.022 hingga 7.115, sekaligus menutup gap yang tersisa," tulis MNC Sekuritas, dikutip Senin (27/4/2026).
Adapun level support IHSG saat ini berada di area 7.022 dan 6.917, sementara resistance terdekat berada di kisaran 7.313 hingga 7.484.
Dari sisi sentimen global, tekanan terhadap pasar saham turut dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik, khususnya konflik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan energi global. Harga minyak dunia yang bergerak variatif di tengah ketegangan di Selat Hormuz juga menjadi faktor yang membebani pasar.
Selain itu, investor cenderung bersikap hati-hati menjelang agenda penting, seperti pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan memberikan arah kebijakan suku bunga global.
Sementara itu, dari data Bahana Sekuritas menunjukkan bahwa pada perdagangan terakhir, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp2,002 triliun. Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi penekan utama indeks, seperti BBCA, DSSA, BBRI, BREN, dan BMRI.
"Meski demikian, terdapat potensi rebound teknikal pada perdagangan awal pekan. IHSG diperkirakan berpeluang menguat terbatas dengan pergerakan di kisaran 7.000 hingga 7.350, seiring dengan potensi aksi bargain hunting setelah koreksi tajam," tulis Bahana Sekuritas. (*)
Related News
Aksi Jual Mendera, IHSG Orbit Zona Merah
Rupiah Tersungkur, IHSG Drop 6,61 Persen Sepekan, Apa Selanjutnya?
Outlook Utang Negatif, IHSG Terjun Lintasi 7.000
Penurunan IHSG Sepanjang 2026 Terburuk Se-ASEAN, Asia Pasifik, & Dunia
OJK Perpanjang Tenggat Pelaporan SLIK Asuransi Hingga 2027
Harga Beras SPHP Tak Naik, Tapi Pembelian Dibatasi





