EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup bervariasi mayoritas menguat. Koreksi lanjutan harga minyak mentah, dan soliditas laporan keuangan beberapa emiten kuartal II 2026 berhasil menjadi sentimen positif pasar. Di sisi lain, aksi rotasi investor dari saham semikonduktor ke saham lainnya menjadi katalis negatif untuk indeks terutama Nasdaq.

Sherwin-Williams menguat 8,25 persen, dan Coca Cola surplus 5 persen sebagai konstituen Dow Jones, setelah melaporkan kinerja keuangan lebih baik dari ekspektasi, dan menaikkan outlook setahun penuh tahun ini. Harga minyak mentah kembali turun usai Iran berdiskusi dengan Arab Saudi dan Oman soal selat Hormuz.

Minyak jenis WTI susut 4 persen ke lebel USD79,26 per barel, da Brent melemah 4,8 persen menjadi USD84,09 per barel. Penguatan mayoritas indeks bursa Wall Street, dan soliditas laporan keuangan emiten kuartal II 2026 diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.

Sementara itu, aksi jual masif investor asing, dan koreksi harga mayoritas komoditas berpeluang menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). Jadi, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.080-6.030 dan resistance 6.180-6.310.

Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Wismilak Makmur (WIIM), HM Sampoerna (HMSP), Gudang Garam (GGRM), Indosat Ooredoo (ISAT), Map Aktif Adiperkasa (MAPA), dan Unilever Indonesia (UNVR). (*)