IHSG Dibuka Rapuh hingga 1,5 Persen, Waspadai Risiko DSI 2027
:
0
Aktivitas pengunjung di Main Hall BEI. Foto: EmitenNews.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Tekanan jual mendominasi awal sesi I seiring sentimen negatif pasar.
Berdasarkan data RTI pukul 09.02 WIB, IHSG terkoreksi 25,81 poin atau 0,42% ke level 6.169,61. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.213,80 dan bahkan 15 menit berjalan IHSG makin tersungkur 1,5 persen di 6.102,19.
Volume transaksi tercatat 1,62 miliar lembar saham dengan nilai turnover Rp1,07 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 127.543 kali. Pergerakan saham mixed terdapat 236 menguat, 220 melemah, 210 flat. Kapitalisasi pasar BEI di Rp10.876,39 triliun.
Tim teknikal Mirae Asset Sekuritas memproyeksikan IHSG masih dalam fase bullish consolidation. Support terdekat di 6.081 dan 6.060. Resistance di 6.262 dan 6.387.
Pelemahan ini sejalan dengan pandangan Mirae Asset Sekuritas Indonesia. Market Commentary Rully Arya Wisnubroto menyebut penguatan IHSG 1,1% ke 6.195 pada perdagangan sebelumnya masih rapuh.
"Dalam kondisi ini, kenaikan awal Juni kami nilai lebih sebagai relief rally yang rapuh dan sangat bergantung pada beberapa nama besar, sehingga tetap rentan terhadap pembalikan aliran dana asing dan tekanan baru di pasar valas," tulis Rully dalam Embun Pagi, Selasa (3/6/2026).
Rally indeks sebelumnya ditopang saham spekulatif seperti BREN dan AMMN, dengan net sell asing tetap besar Rp1,39 triliun. Penguatan terjadi di tengah makro kurang mendukung: inflasi April naik tajam, surplus dagang menyempit, dan rupiah bertahan di Rp17.839 per dolar AS.
Mirae juga menyoroti risiko kebijakan Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Entitas ekspor BUMN itu resmi beroperasi 1 Juni 2026 untuk komoditas batu bara, CPO, dan ferro alloy. Implementasi penuh 1 Januari 2027.
"Titik perubahan sesungguhnya adalah 1 Januari 2027. Pada tahap itu, DSI tidak lagi hanya berfungsi sebagai lapisan pelaporan, tetapi berpotensi menjadi saluran utama transaksi ekspor untuk komoditas-komoditas tersebut, dengan implikasi langsung terhadap margin, arus kas, pengaturan kontraktual, execution risk, dan pada akhirnya valuasi," tulis Rully.
Emiten yang perlu dicermati dampak DSI antara lain AADI, ITMG, GEMS di batu bara; SMAR, AALI di CPO; NCKL, INCO di ferro alloy.
Related News
IHSG Makin Gelap, Lanjut Turun 5 Persen Lebih!
Breaking: IHSG Crash 4,3 Persen Lebih ke 5.900, Saham PP Kembali Suram
60 Negara Terancam Kena Tarif Baru Ini dari AS, Termasuk Indonesia
Rupiah Dekati Level Rp18.000, IHSG Kian Ambles 3,63 Persen
KISI Challenge: Step Higher, Stimulus Baru Dongkrak Transaksi Pasar
Negosiasi Alot AS-Iran Bayangi Lonjakan IHSG





