IHSG Diprediksi Variatif, Cermati Saham MBMA, SIDO, TPIA
:
0
Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: EmitenNews
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak variatif pada perdagangan Kamis (17/9/2026), setelah terkoreksi selama enam hari beruntun. Ajaib Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang 6.400-6.500.
Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih mengatakan, IHSG pada perdagangan Rabu (16/9/2026) ditutup turun 0,38% atau 24,30 poin ke level 6.436. Tekanan juga terlihat dari aksi investor asing yang mencatatkan outflow sebesar Rp592 miliar di pasar reguler.
Meski demikian, Ratih menilai pasar keuangan domestik masih memiliki daya tahan dalam merespons keputusan suku bunga The Fed. Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun tercatat stabil di level 7,14% pada 16 September 2026. Kondisi tersebut didukung real yield domestik sekitar 4%, dengan inflasi Agustus 2026 sebesar 3,1%.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah telah menguat 2,6% dari level terendahnya menjadi Rp17.712 per dolar AS pada 16 September 2026. Penguatan rupiah turut ditopang efektivitas instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dengan imbal hasil 6,8%-7,3% dalam lelang 11 September 2026.
Adapun nilai SRBI yang terserap mencapai Rp1.062,91 triliun pada Agustus 2026, atau meningkat 40,83% secara year to date (YtD).
"Meski kondisi saat ini masih terjaga, risiko capital outflow tetap ada mengingat lonjakan mata uang AS pasca kenaikan suku bunga dapat memicu tekanan pada rupiah," ujar Ratih, Kamis (17/9).
Cermati Saham MBMA, SIDO, dan TPIA
Di tengah kondisi pasar tersebut, Ajaib Sekuritas merekomendasikan tiga saham untuk perdagangan 17 September 2026, yakni PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), serta PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).
Untuk MBMA, Ajaib memberikan rekomendasi Accum Buy dengan harga penutupan Rp500. Target harga ditetapkan Rp515 dengan stop loss Rp480. Secara teknikal, MBMA posisi harga di area support, berpotensi reversal membentuk morning star. Indikator stochastic crossing di area oversold indikasi rebound jangka pendek.
Untuk SIDO, Ajaib memberikan rekomendasi Accum Buy dengan harga penutupan Rp348. Target harga berada di Rp356 dan stop loss Rp340. SIDO dinilai masih bergerak sideways dengan posisi harga di area support. Sementara itu, indikator MACD menunjukkan pelemahan terbatas pada histogram dan masih berada dalam momentum akumulasi.
Related News
IHSG Dibuka Naik Nyaris 1% di Tengah Kenaikan Suku Bunga The Fed
Pasar Respons The Fed, IHSG Siap Rebound
Proyeksi IHSG Usai The Fed Naikkan Suku Bunga
Tersengat Sentimen The Fed, IHSG Bakal Konsolidasi
Simak Penyempurnaan Terbaru Metodologi MSCI
Paten, blu by BCA Digital Kerek Transaksi Gaya Hidup





