EmitenNews.com - Merayakan perjalanan lima tahun dalam mengawal transformasi perbankan digital di Indonesia, Bank Digital BCA (BCA Digital) mencapai kinerja keuangan solid sekaligus menampilkan evolusi ekosistem blu 2.0. Melalui kampanye #EksplorSemaumu, blu memperkuat posisi sebagai lifestyle enabler yang relevan bagi generasi muda, sekaligus memperkenalkan penguatan kepemimpinan eksekutif untuk mengarahkan babak baru ekspansi perusahaan.

Aditya Wahyu Windarwo, Direktur Bisnis BCA Digital menyebut lima tahun pertama perjalanan blu adalah fase membangun fondasi, kepercayaan publik, dan skala bisnis teruji. BCA Digital mewarisi rekam jejak stabilitas, dan trust dari Grup BCA, namun beroperasi dengan agility dan kelincahan perusahaan teknologi. ”Memasuki fase ekspansi ke depan, fokus kami deepening ecosystem, di mana kami memastikan blu tidak sekadar menjadi aplikasi perbankan digital pilihan, melainkan bagian tak terpisahkan dari gaya hidup finansial harian masyarakat Indonesia secara berkelanjutan,” tegasnya.

Tumbuh Organik Bersama Generasi Muda

Menginjak usia lima tahun, BCA Digital mencatat pertumbuhan bisnis organik, dan sehat. Sepanjang Semester I-2026, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat tumbuh 20 persen secara Year-on-Year (YoY), didukung peningkatan Net Open Customer (NOC) 25 persen YoY. Pertumbuhan itu, digerakkan porsi demografi anak muda sangat dominan. Di mana, 56 persen nasabah blu merupakan Gen Z, dan 35 persen merupakan Milenial (total 91 persen digital natives).

Yoga T. Halim, Head of Corporate Planning BCA Digital mengungkapkan melihat tren kinerja lima tahun ini, kebanggaan terbesar bukan hanya pada pencapaian metrik keuangan, melainkan pada bagaimana data ini memotret pergeseran perilaku generasi muda menuju kedewasaan finansial. ”Ketika adopsi instrumen investasi, transaksi valas, hingga fitur perencanaan anggaran melonjak, ini mengonfirmasi bahwa model bisnis BCA Digital berada di jalur tepat: tumbuh secara organik, sehat, dan didorong penggunaan nyata di kehidupan sehari-hari,” urainya.

Laju akuisisi nasabah baru dipimpin Gen Z dengan pertumbuhan 30 persen YoY, disusul Milenial 20 persen YoY. Pertumbuhan skala pengguna itu, sejalan makin melekatnya blu dalam aktivitas harian nasabah. Berdasar data posisi per 31 Agustus 2026, total volume transaksi digital di luar transfer dalam tiga tahun terakhir melonjak 186 persen, menembus angka Rp13,13 triliun, dengan kontribusi terbesar dari transaksi QRIS menyumbang 36 persen dari total volume transaksi.

Pertumbuhan frekuensi transaksi harian per 31 Agustus 2026 mencatat lonjakan signifikan. QRIS melesat 124 persen YoY didukung penambahan beragam jenis QRIS, seperti QRIS CPM, QRIS Tun-Tas, dan QRIS Tap.  E-Wallet, tumbuh 71 persen YoY diperkuat penambahan integrasi mitra e-wallet dan direct connect. bluPayment, naik 56 persen YoY melalui penambahan 100+ partner. Dan, bayar/beli (Biller) tumbuh 44 persen YoY seiring bertambahnya 3 kategori biller baru dengan lebih dari 300 biller tambahan.

Sementara itu, pada transaksi valuta asing (bluValas) per Semester I-2026, jumlah transaksi melonjak 435 persen YoY dengan kenaikan volume transaksi mencapai 535 persen YoY, yang didominasi pengguna Gen Z (growth 356 persen YoY), dan Milenial (273 persen YoY). Frekuensi transaksi internasional juga naik 29 persen YoY dengan volume tumbuh 60 persen YoY.

Mengusung komitmen Global Payments Without Foreign Exchange Worries, nasabah kini dapat bertransaksi langsung di berbagai negara menggunakan kartu fisik, kartu virtual, maupun Garuda x bluDebit Card tanpa biaya konversi kurs berbagai mata uang dunia terpopuler (termasuk USD, EUR, GBP, SGD, JPY, AUD, CNY, dan HKD). Tren itu, menunjukkan tingginya minat generasi muda untuk mendiversifikasi aset valas sekaligus menikmati fleksibilitas transaksi tanpa hambatan saat bepergian ke luar negeri.

Kedewasaan Finansial Anak Muda dan Ekosistem blu 2.0