IHSG Ditutup Naik 0,39 Persen, BRIS Masih Top Losers di LQ45
Gambar gedung Bursa Efek Indonesia (BEI)
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan tipis pada hari ini setelah kemarin terjadi penurunan lebih dari 2%.
Kamis (6/6), IHSG berhasil naik 0,39% atau 27,23 poin ke level 6.974,9 poin pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Total volume transaksi di bursa hari ini mencapai 15,1 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp8 triliun. Terdapat 290 saham yang menguat, 265 saham mengalami penurunan, dan 230 saham stagnan.
Penguatan IHSG didukung oleh kenaikan sembilan indeks sektoral. Sektor barang baku melonjak 1,23%, diikuti oleh sektor teknologi yang naik 0,96%.
Sektor barang konsumsi non primer juga terangkat 0,83%, sementara sektor kesehatan dan keuangan masing-masing naik 0,81% dan 0,76%.
Sektor barang konsumsi primer menguat 0,57%, sementara sektor transportasi dan logistik naik 0,13%. Sektor properti dan real estat serta sektor energi juga mengalami kenaikan masing-masing sebesar 0,10% dan 0,05%.
Namun, dua sektor mengalami penurunan saat IHSG menguat. Sektor infrastruktur turun 1,55%, diikuti oleh sektor perindustrian yang merosot 1,32%.
Beberapa saham mencatatkan kinerja bagus hari ini. Saham-saham top gainers LQ45 antara lain PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) yang naik 6,18%, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 3,47%, dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) naik 3,05%.
Di sisi lain, saham-saham top losers LQ45 terdiri dari PT Harum Energy Tbk (HRUM) yang turun 4,42%, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) turun 3,10%, dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) turun 2,60%.
Related News
Perkuat Segmen B2B, Wahana Interfood Targetkan Kinerja Naik 50 Persen
Kantongi Laba Rp643M di 2025, Ini Strategi Blue Bird (BIRD) 2026
Bangkit dari Rugi, Laba Phapros (PEHA) Melenting 109 Persen di 2025
Investor Waspada! Saham KRYA Anjlok 65%, Data Pengendali Simpang Siur
Laba Emiten Jasa Konstruksi NRCA Melonjak 115 Persen Sepanjang 2025
Emiten Furnitur Chitose (CINT) Raih Lonjakan Penjualan dan Laba 2025





